Desain Inovasi Peningkatan Produksi Tbs Kelapa Sawit dengan Pendekatan PDCA pada Lahan Kelapa Sawit Tanah Mineral dan Tanah Gambut
Abstract
Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan di Indonesia
khususnya dibeberapa pulau seperti Sumatera dan Kalimantan. Iklim dan kontur tanah di
Indonesia menjadi faktor penting mengapa komoditas perkebunan yang satu ini bisa
berkembang dengan baik. Di provinsi Riau, kebun kelapa sawit menyerap banyak sekali tenaga
kerja lokal dan membuat putaran ekonomi meningkat.Sebagai industri yang sudah berkembang
di Indonesia, industri perkebunan kelapa sawit adalah salah satu industri yang dari hulu sampai
hilirnya mempengaruhi ekonomi nasional. Hasil ekspor dari perkebunan kelapa sawit seperti
CPO (Crude Palm Oil) menyumbangkan pendapatan negara yang besar. Sehingga, industri
perkebunan kelapa sawit perlu untuk diberikan perhatian agar dapat terus memberikan
kontribusi positif bagi kepentingan nasional. Dalam berjalannya sebuah perkebunan kelapa
sawit, sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah pada lokasi perkebunan. Indonesia, memiliki
berbagai jenis tanah dengan segala karakteristik yang berbeda-beda. Beberapa jenis tanah yang
cocok untuk menjadi lokasi perkebunan kelapa sawit adalah tanah mineral dan tanah gambut
atau rawa. Namun, kedua jenis tanah tersebut walaupun cocok untuk dijadikan perkebunan
kelapa sawit menghasilkan produktivitas TBS kelapa sawit yang berbeda. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui bagaimana teknik budidaya perkebunan kelapa sawit pada kedua
jenis tanah dengan karakteristik tanah mineral dan tanah gambut, mengetahui bagaimana
signifikan perbedaan buah yang dihasilkan dan strategi untuk memaksimalkan hasil
produktivitas TBS pada kedua jenis karakteristik tanah yang digunakan sebagai lahan
perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan
berbagai analisis data, seperti uji nilai hitung T Independent T-Test, ditemukan ada perbedaan
yang signifikan pada produktivitas TBS kelapa sawit diantara kebun dengan karakteristik tanah
mineral dan kebun dengan jenis karakteristik tanah gambut atau rawa. Dengan menganalisis 43
periode panen, terdapat perbedaan hasil panen TBS sebanyak 42,715 ton. Selain itu,
berdasarkan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan PDCA, dapat diketahui beberapa
hal lain yang menjadi faktor rendahnya produktivitas TBS pada kebun dengan karakteristik
tanah gambut atau rawa, seperti kurang baiknya pengelolaan dan pengendalian air tanah pada
kebun dengan karakteristik tanah gambut. Dengan berdasarkan pendekatan PDCA ini pula,
dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan produktivitas TBS kelapa sawit, diperlukan
peningkatan teknik budidaya kelapa sawit di kebun dengan lahan gambut, contohnya seperti
melakukan pemupukan lebih intensif dan pembuatan parit pada perkebunan sebagai sarana
pengendalian air dalam tanah.
Collections
- Industrial Engineering [2884]
