| dc.description.abstract | Manajemen pembayaran merupakan aspek penting dalam operasional
perbankan untuk memastikan kelancaran transaksi pengadaan barang dan jasa.
Invoice sebagai dokumen resmi menjadi dasar dalam proses pembayaran.
Ketepatan pembayaran sangat penting untuk menjaga kredibilitas perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status
pembayaran berdasarkan jenis perusahaan, jenis pengadaan, dan nilai invoice
menggunakan regresi logistik dan random forest. Metode ini dipilih karena mampu
memodelkan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen biner,
yaitu status pembayaran “terbayar” dan “tidak terbayar”. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi sistem pembayaran dan
mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh pengalaman magang peneliti di unit payment, di mana masih minimnya
penelitian serupa di sektor perbankan. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa
jenis pengadaan dan nilai invoice berpengaruh signifikan terhadap status
pembayaran, dengan nilai invoice sebagai variabel yang paling dominan
berdasarkan nilai p-value terkecil. Pada random forest, nilai invoice juga
menempati posisi tertinggi dalam tingkat kepentingan variabel. Lalu dalam hal
akurasi prediksi, random forest menunjukkan kinerja yang lebih unggul dengan
akurasi 94,47%, dibandingkan dengan regresi logistik yang hanya mencapai
59,30%. Meski presisi kedua metode sama tinggi hampir 97% random forest
memiliki recall dan F1-Score yang jauh lebih baik. Recall random forest sebesar
97,41% menunjukkan kemampuannya mendeteksi hampir semua invoice yang
benar-benar terbayar, sementara regresi logistik hanya 69,19%. | en_US |