Show simple item record

dc.contributor.authorRahman, Taufiqi Aufar
dc.date.accessioned2025-11-04T07:14:49Z
dc.date.available2025-11-04T07:14:49Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58594
dc.description.abstractPerancangan Jogja Planning Gallery (JPG) di kawasan Malioboro, Yogyakarta dilatarbelakangi oleh kebutuhan ruang edukatif dan informatif terhadap arah pembangunan kota secara berkelanjutan. JPG berada di kawasan Sumbu Filosofi yang merupakan warisan budaya dunia UNESCO, perancangan dilakukan dengan menyesuaikan regulasi KCB - Malioboro. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan budaya tanpa mengabaikan tuntutan modernisasi. Pembangunan Jogja Planning Gallery saat ini masih dalam tahap persiapan dan fokus utama pemenuhan syarat Heritage Impact Assessment (HIA) untuk memastikan pembangunan tidak merusak nilai budaya kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, ketiga pemenang di kolaborasikan dari 3 desain karya dengan menambahkan ide baru atau menyederhanakan gagasan yang telah ada. Perancangan JPG mengintegrasikan tiga karya pemenang sayembara menjadi satu rancangan yang harmonis secara bentuk, ruang, dan konsep. Galeri ini akan menjadi ruang publik yang edukatif dan informatif, menyampaikan narasi perencanaan Kota Yogyakarta. Gaya arsitektur Indis, China, dan modern digabungkan secara kontekstual untuk membentuk identitas visual yang kuat dan menghormati keberagaman budaya. Desain juga mempertimbangkan keterkaitan dengan lingkungan sekitar, termasuk nilai-nilai kawasan Sumbu Filosofi dan cagar budaya. Prinsip green building diterapkan guna mendukung keberlanjutan. Jogja Planning Gallery merupakan sebuah galeri edukatif dan informatif yang berfungsi sebagai pusat informasi, narasi sejarah, dan visi masa depan perencanaan Kota Yogyakarta. Konsep perancangan mengintegrasikan nilai budaya lokal, filosofi ruang kota, dan keberlanjutan lingkungan dengan memadukan arsitektur Indis, Tionghoa, dan modern tropis secara harmonis. Tata massa bangunan disusun mengikuti alur narasi waktu “Jogja Masa Lalu – Masa Kini – Masa Depan” dengan adaptive reuse pada Ex Gedung DPRD DIY sebagai galeri sejarah dan filosofi, sementara bangunan baru menampung galeri perkotaan, budaya, seni, dan masa depan. Keseluruhan tapak seluas 25.400 m2 dengan luas bangunan ±19.096,7 m2 dilengkapi ruang publik, plaza, area hijau, fasilitas pendukung seperti ruang pertunjukan, kafe, mushola, toilet, serta area parkir. Identitas visual diwujudkan melalui penggunaan atap limasan Jawa, bangunan berundak, fasad lengkung bergaya Indis, ornamen kayu bermotif Cina, dan elemen kaca modern yang mendukung prinsip green building, sehingga galeri ini hadir sebagai ikon baru Yogyakarta yang edukatif, partisipatif, sekaligus melestarikan nilai budaya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePerancangan Jogja Planning Gallery di Yogyakarta dengan Pendekatan Desain Kolaboratifen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512105


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record