Show simple item record

dc.contributor.authorPratama, Muhammad Farhan Putra
dc.date.accessioned2025-11-04T07:07:52Z
dc.date.available2025-11-04T07:07:52Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58593
dc.description.abstractStasiun Wonosobo, yang dahulu menjadi simpul penting transportasi pada masa kolonial hingga akhir dekade 1970-an, kini menjadi saksi bisu transformasi moda transportasi di Kabupaten Wonosobo. Penutupan stasiun akibat rusaknya infrastruktur dan meningkatnya dominasi jalur darat berdampak pada tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan logistik berbasis truk ODOL (Over Dimension Over Loading), yang berkontribusi pada kemacetan dan risiko kecelakaan. Menanggapi upaya reaktivasi jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo, perancangan kembali Stasiun Wonosobo menjadi krusial, tidak hanya sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai katalis pemulihan identitas kota dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan Neuroarchitecture digunakan dalam perancangan ini untuk menciptakan lingkungan transit yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu membangkitkan pengalaman emosional kolektif masyarakat terhadap stasiun dan perjalanan kereta api. Desain diarahkan untuk merespons kebutuhan adaptif pengguna akan kenyamanan, keamanan, dan interaksi sosial, dengan memperhatikan keterpaduan ruang bagi penumpang dan logistik. Dengan demikian, stasiun tidak hanya menjadi titik transit, tetapi juga ruang publik yang inklusif dan humanis, yang mendukung pergerakan urban berkelanjutan di kawasan dataran tinggi Wonosobo.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleReaktivasi Stasiun Wonosobo: Pendekatan Neuroarchitecture dalam Perancangan Stasiun Transit Inklusif yang Nyaman dan Humanisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record