Show simple item record

dc.contributor.authorHendaryanto, Anthony
dc.date.accessioned2025-11-04T03:42:58Z
dc.date.available2025-11-04T03:42:58Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58576
dc.description.abstractTemuan penelitian ini sebenarnya mendukung hipotesis awal, meskipun para peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis tersebut ditolak. Koefisien korelasi (r) mengukur kekuatan dan arah hubungan linier antara dua variabel. Nilai yang diperoleh (r=0.502) adalah positif, yang menunjukkan adanya korelasi positif. Ini berarti ketika skor kecanduan media sosial meningkat, skor harga diri juga cenderung meningkat, dan sebaliknya. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa "tingkat kecanduan media sosial yang lebih tinggi pada Generasi Z akan mengarah pada tingkat harga diri yang lebih tinggi." Korelasi positif yang ditemukan (r=0.502) konsisten dengan pernyataan ini, karena kedua variabel bergerak ke arah yang sama. Oleh karena itu, hipotesis seharusnya diterima, bukan ditolak. Nilai p sebesar 0.000 menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik, yang berarti korelasi yang diamati tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Ukuran sampel (N=112) dan metode pengambilan sampel yang digunakan (purposive sampling) juga merupakan detail penting untuk mengevaluasi validitas studi secara menyeluruh, tetapi hal-hal tersebut tidak mengubah interpretasi fundamental dari koefisien korelasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKecanduanen_US
dc.subjectHarga Dirien_US
dc.titleKecanduan Media Sosial dan Harga Diri pada Generasi Zen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18320169


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record