Kecanduan Media Sosial dan Harga Diri pada Generasi Z
Abstract
Temuan penelitian ini sebenarnya mendukung hipotesis awal, meskipun para peneliti
menyimpulkan bahwa hipotesis tersebut ditolak. Koefisien korelasi (r) mengukur kekuatan dan
arah hubungan linier antara dua variabel. Nilai yang diperoleh (r=0.502) adalah positif, yang
menunjukkan adanya korelasi positif. Ini berarti ketika skor kecanduan media sosial
meningkat, skor harga diri juga cenderung meningkat, dan sebaliknya. Hipotesis penelitian
menyatakan bahwa "tingkat kecanduan media sosial yang lebih tinggi pada Generasi Z akan
mengarah pada tingkat harga diri yang lebih tinggi." Korelasi positif yang ditemukan (r=0.502)
konsisten dengan pernyataan ini, karena kedua variabel bergerak ke arah yang sama. Oleh
karena itu, hipotesis seharusnya diterima, bukan ditolak. Nilai p sebesar 0.000 menunjukkan
bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik, yang berarti korelasi yang diamati tidak
mungkin terjadi secara kebetulan. Ukuran sampel (N=112) dan metode pengambilan sampel
yang digunakan (purposive sampling) juga merupakan detail penting untuk mengevaluasi
validitas studi secara menyeluruh, tetapi hal-hal tersebut tidak mengubah interpretasi
fundamental dari koefisien korelasi.
Collections
- Psychology [243]
