Show simple item record

dc.contributor.authorMudhofar, Moh Ade
dc.date.accessioned2025-11-03T08:28:30Z
dc.date.available2025-11-03T08:28:30Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58569
dc.description.abstractMikroplastik merupakan kontaminan yang tersebar luas di lingkungan perairan dan berpotensi mencemari produk turunan laut seperti garam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada sampel air laut sebagai bahan baku serta produk garam tradisional di Kabupaten Kebumen, sekaligus memetakan distribusi spasial kontaminasinya. Sampel air laut dan garam diambil dari empat stasiun pengamatan menggunakan metode grab sampling. Kelimpahan mikroplastik dianalisis dengan mikroskop stereo, sedangkan karakteristiknya (bentuk, ukuran, warna) diukur menggunakan Image Raster 3. Pemetaan spasial dilakukan dengan metode interpolasi IDW pada ArcGIS Pro, dan estimasi paparan dihitung menggunakan rumus Estimated Daily Intake (EDI) dan Estimated Annual Intake (EAI). Hasil menunjukkan air laut bahan baku garam telah terkontaminasi mikroplastik dengan kelimpahan 100–280 partikel/L, sedangkan pada garam mencapai 240–2640 partikel/kg. Proses produksi metode tunnel berkontribusi pada akumulasi mikroplastik akibat ketiadaan filtrasi efektif. Mikroplastik pada garam memiliki variasi bentuk, ukuran, dan warna lebih beragam dibandingkan pada air laut, dengan ukuran <50 μm mendominasi seluruh media. Bentuk fragmen paling banyak ditemukan pada garam (65,93%), sedangkan bentuk fiberlebih dominan pada air laut (59,52%) dan air muara (66,67%). Warna dominan pada garam adalah hitam (52,59%), sementara pada air laut adalah bening (40,48%). Karakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR mengindikasikan bahwa polimer yang terkandung dalam sampel garam adalah nylon dan polyethylene terephthalate (PET). Pemetaan distribusi mengindikasikan zona kelimpahan tinggi di sekitar muara dan wilayah dengan aktivitas antropogenik intensif. Nilai EDI mencapai 3,76 partikel/kapita/hari dan EAI 1373,48 partikel/kapita/tahun, menunjukkan potensi jalur paparan jangka panjang mikroplastik melalui konsumsi garam. Temuan ini menegaskan perlunya pengawasan kualitas garam terkait kandungan mikroplastik yang belum diatur dalam standar SNI. Rekomendasi mitigasi meliputi peningkatan teknik filtrasi pada proses produksi dan penetapan zona aman pengambilan air laut untuk mengurangi risiko paparan harian.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAir Lauten_US
dc.subjectAir Muaraen_US
dc.subjectGaramen_US
dc.subjectKontaminasi Mikroplastiken_US
dc.subjectSistem Tunnelen_US
dc.subjectEstimated Daily Intake (EDI)en_US
dc.titleKontaminasi Mikroplastik pada Produk Garam di Kabupaten Kebumenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23927005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record