• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Psychological Well-being dengan Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal

    Thumbnail
    View/Open
    21320333.pdf (2.433Mb)
    Date
    2025
    Author
    Dewandono, Andini Nathania Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena krisis seperempat abad (quarter life crisis) pada individu dewasa awal yang ditandai dengan kebingungan arah hidup, tekanan dalam mengambil keputusan, serta ketidakpastian di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menghadapi kondisi ini adalah kesejahteraan psikologis (psychological well-being), yaitu kemampuan individu untuk menjalani hidup secara positif dan produktif. Hipotesis penelitian ini mengasumsikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kesejahteraan psikologis dan kecenderungan mengalami krisis pada masa transisi dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden berjumlah 271 individu berusia 20-29 tahun dengan status pekerjaan beragam, yakni mahasiswa, fresh graduate, karyawan, dan lainnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah psychological well-being scale versi 18 item dari Ryff untuk mengukur enam dimensi kesejahteraan psikologis, serta quarter life crisis scale yang disusun oleh Affandi dkk. berdasarkan teori Robbins dan Willner. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan krisis seperempat abad, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kesejahteraan psikologis seseorang, semakin rendah kecenderungan mengalami krisis dalam aspek emosional, pengambilan keputusan, hingga relasi interpersonal. Aspek penguasaan lingkungan dan hubungan positif dengan orang lain menjadi indikator yang paling kuat dalam menurunkan intensitas krisis. Penelitian ini memberikan implikasi yang penting terkait pentingnya penguatan kesejahteraan psikologis sebagai strategi preventif dalam menghadapi tekanan dan ketidakpastian di masa dewasa awal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58564
    Collections
    • Psychology [243]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV