Evaluasi Penerapan Strategi Mitigasi Risiko Selisih Saldo pada Sistem SIPD di BKAD Kabupaten Kulon Progo
Abstract
Penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) pada pemerintahan
daerah untuk menyusun laporan keuangan masih menghadapi berbagai hambatan
dan risiko. Pada Januari 2025, ditemukan adanya selisih saldo antara LPJ
Bendahara Penerimaan dengan LRA Bidang Akuntansi di BKAD Kabupaten Kulon
Progo. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas laporan keuangan yang
dihasilkan, sehingga diperlukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai
identifikasi penyebab selisih saldo serta evaluasi efektivitas penerapan strategi
mitigasi risiko terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya selisih saldo dan
mengevaluasi strategi mitigasi risiko yang telah diterapkan di BKAD Kabupaten
Kulon Progo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara personal dengan enam
pegawai yang terlibat langsung dalam penggunaan SIPD serta satu orang
mahasiswa magang di Subbagian Keuangan Badan Keuangan dan Aset Daerah
(BKAD) Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga
faktor utama penyebab selisih saldo, antara lain kurangnya pemahaman pegawai
terhadap SIPD, kurang cermatnya pegawai dalam memproses data, serta lemahnya
komunikasi antar pegawai. Strategi mitigasi risiko yang telah diterapkan berupa
rekonsiliasi data dan pemantauan rutin yang dilakukan oleh Kepala BKAD
Kabupaten Kulon Progo dinilai cukup efektif. Namun, dalam pelaksanaannya
masih menghadapi kendala seperti, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
pada bagian bendahara penerimaan serta belum optimalnya koordinasi antar
pegawai.
Collections
- Financial Analysis [22]
