Show simple item record

dc.contributor.authorAqila, Fatima Aqmarina Mumtaz
dc.date.accessioned2025-10-30T03:56:53Z
dc.date.available2025-10-30T03:56:53Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58508
dc.description.abstractLatar Belakang: Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah komplikasi akut diabetes yang berisiko tinggi dan memerlukan penanganan cepat. Evaluasi karakteristik klinis dan penatalaksanaan awal di IGD penting untuk meningkatkan luaran pasien, khususnya di rumah sakit daerah. Tujuan: Mengetahui karakteristik klinis, laboratorium, tatalaksana awal, dan luaran pasien KAD di IGD RSUD Wonosari periode 2018–2023. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini menganalisis pasien KAD yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Dari 25 pasien KAD yang tercatat selama periode 2018–2023, sebanyak 18 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah perempuan (61,1%) dan berusia 18–59 tahun (61,1%). Sebagian besar menderita diabetes melitus tipe 2 (94,4%). Sebanyak 50% pasien datang dalam kondisi compos mentis, sisanya mengalami penurunan kesadaran. Gejala utama meliputi lemas (100%), mual/muntah (72,2%), dan sesak napas (38,9%). Komorbid terbanyak adalah infeksi (44,4%) dan komplikasi paling sering mengenai sistem neurologi dan nefrologi (38,9%). Rerata glukosa darah awal sebesar 534,9 ± 194,5 mg/dL, disertai temuan leukositosis, anemia, gangguan fungsi ginjal, serta kadar osmolalitas >320 mOsm/kg pada 13 pasien yang mengarah pada KAD-HHS campuran. Seluruh pasien mendapat terapi cairan dan insulin, dan 11,1% menerima koreksi elektrolit. Rata-rata lama rawat inap adalah 7,72 ± 3,59 hari, dengan 88,9% pasien membaik dan 11,1% meninggal dunia. Kesimpulan: Pasien KAD didominasi oleh perempuan, jenis DM tipe 2, mengalami hiperglikemia berat, setengahnya mengalami penurunan kesadaran dan sebagian besar mengalami komorbid infeksi. Penanganan awal KAD di IGD RSUD Wonosari umumnya telah sesuai dengan pedoman klinis. Sebagian besar pasien menunjukkan luaran yang baik, meskipun mortalitas masih terjadi pada pasien dengan kondisi berat. Deteksi dini dan penanganan yang cepat tetap menjadi kunci dalam memperbaiki prognosis pasien KAD.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKetoasidosis Diabetiken_US
dc.subjectIGDen_US
dc.subjectTatalaksanaen_US
dc.subjectKarakteristik Klinisen_US
dc.subjectLuaran Pasienen_US
dc.titleKarakteristik dan Hasil Penatalaksanaan Pasien Ketoasidosis Diabetik di RSUD Wonosari Periode 2018–2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711138


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record