| dc.description.abstract | Pengguna media sosial saat ini menjadi pengguna internet terbesar di Indonesia. Pengguna media
sosial ini juga mulai menggunakan media sosial mereka untuk melakukan transaksi jual beli.
Transaksi jual beli ini mulai ramai pada platform TikTok Shop yang menjadi salah satu social
commerce di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan
pembelian melalui niat pembelian konsumen di platform TikTok, dengan fokus pada efek subjecitve
norms, kepercayaan pada Penjual, perceived utility, self efficacy, dan Fear of Missing Out (FoMO).
Pendekatan kuantitatif digunakan, mengumpulkan data dari 325 pengguna TikTok di Indonesia
melalui kuesioner elektronik. Analisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) untuk
menguji hipotesis yang diajukan. Hasilnya menunjukkan bahwa subjecitve norms, perceived utility,
dan FoMO secara signifikan dan positif mempengaruhi niat pembelian dalam TikTOk Shop.
Sedangkan kepercayaan pada Penjual dan self efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap niat
membeli pada TikTok Shop. Selain itu, niat pembelian ditemukan berdampak positif pada pembelian
aktual di platform TikTok SHop. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan
social cognitive theory, signaling theory dan theory of planned behavior untuk memahami perilaku
konsumen dalam konteks Social commerce. Keterbatasan penelitian ini termasuk menggunakan
sampel yang terbatas pada the new generation di Indonesia, yang dapat membatasi generalisasi
temuan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi bisnis untuk merancang strategi pemasaran
yang lebih efektif yang memanfaatkan norma sosial dan kepercayaan konsumen. | en_US |