Show simple item record

dc.contributor.authorAlfarizi, Akhmad Rasyid
dc.date.accessioned2025-10-30T01:21:55Z
dc.date.available2025-10-30T01:21:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58493
dc.description.abstractPenelitian ini membandingkan metode ekstraksi minyak kayu putih dari metode destilasi yaitu destilasi rebus, uap dan kukus. Proses destilasi dilakukan dengan dua variasi sampel yaitu daun kayu putih tanpa perlakuan dan daun kayu putih dengan perlakuan dihaluskan. Seluruh proses destilasi dilakukan dengan waktu sama yaitu 5 jam. Analisis hasil minyak atsiri dilakukan sesuai dengan SNI- 3954-2014 terkait uji fisik, % rendemen, uji indeks bias, uji putaran optik, dan analisis kandungan senyawa dengan GC-MS. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukan metode destilasi kukus (Steam Hydrodistillation) lebih optimal untuk kedua variasi sampel daun kayu putih dimana % rendemen yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan metode rebus (Hydrodistillation) dan uap (Steam Distillation). Rendemen tertinggi didapat pada metode kukus sebesar 1% pada sampel tanpa perlakuan dan 0,7012% pada sampel dihaluskan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDestilasien_US
dc.subjectRendemenen_US
dc.subjectDaun Kayu Putihen_US
dc.titlePerbandingan Metode Ekstraksi Minyak Atsiri Kayu Putih (Melaleuca Leucadendron) dengan Metode Destilasi Rebus, Uap dan Kukusen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21612032


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record