Perbandingan Metode Ekstraksi Minyak Atsiri Kayu Putih (Melaleuca Leucadendron) dengan Metode Destilasi Rebus, Uap dan Kukus
Abstract
Penelitian ini membandingkan metode ekstraksi minyak kayu putih dari
metode destilasi yaitu destilasi rebus, uap dan kukus. Proses destilasi dilakukan
dengan dua variasi sampel yaitu daun kayu putih tanpa perlakuan dan daun kayu
putih dengan perlakuan dihaluskan. Seluruh proses destilasi dilakukan dengan
waktu sama yaitu 5 jam. Analisis hasil minyak atsiri dilakukan sesuai dengan SNI-
3954-2014 terkait uji fisik, % rendemen, uji indeks bias, uji putaran optik, dan
analisis kandungan senyawa dengan GC-MS. Hasil penelitian yang sudah dilakukan
menunjukan metode destilasi kukus (Steam Hydrodistillation) lebih optimal untuk
kedua variasi sampel daun kayu putih dimana % rendemen yang dihasilkan lebih
tinggi dibandingkan metode rebus (Hydrodistillation) dan uap (Steam Distillation).
Rendemen tertinggi didapat pada metode kukus sebesar 1% pada sampel tanpa
perlakuan dan 0,7012% pada sampel dihaluskan.
Collections
- Chemistry [741]
