Show simple item record

dc.contributor.authorAl Hidayat, M. Gegas Imamuna
dc.date.accessioned2025-10-29T03:46:25Z
dc.date.available2025-10-29T03:46:25Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58479
dc.description.abstractAlih fungsi lahan menjadi permukiman merupakan fenomena yang kian meningkat di kawasan peri-urban, termasuk Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram. Urbanisasi yang pesat dan lemahnya pengendalian tata ruang menimbulkan tekanan besar terhadap kawasan vegetatif, sehingga berdampak pada penurunan stok karbon dan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca, yang menjadi isu strategis dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk: Memetakan alih fungsi lahan menjadi permukiman selama periode 2015-2023, menganalisis dampaknya terhadap stok karbon, mengevaluasi kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Lombok Barat 2011-2031, dan memberikan rekomendasi mitigasi berbasis data spasial dan karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 melalui metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) serta validasi lapangan. Estimasi stok karbon dihitung berdasarkan nilai cadangan karbon untuk masing-masing jenis lahan. Analisis spasial dilakukan untuk menilai perubahan tutupan lahan, perhitungan ∆C digunakan untuk menganalisis perubahan stok karbon tahunan, dan evaluasi kesesuaian dilakukan melalui overlay zonasi RTRW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan permukiman mengalami peningkatan signifikan dari 358,94 Ha (2015) menjadi 1.462,39 Ha (2023), sementara lahan vegetatif seperti kebun, tegalan, dan pertanian menyusut drastis. Estimasi stok karbon total menurun sebesar 50,34%, dari 29.195,05 ton menjadi 14.494,44 ton. Analisis ∆C menunjukkan bahwa kehilangan stok karbon terbesar berasal dari lahan kebun (8.204,31 ton) dan tegalan (6.061,46 ton), estimasi total emisi CO2-eq sebesar 53.928,24 ton, dengan misi tertinggi 7.294,22 ton CO2-eq dari permukiman dan penurunan terbesar 21.806,03 ton CO2-eq dari kebun. Evaluasi kesesuaian dengan RTRW mengungkapkan bahwa hanya 17,41% dari lahan permukiman saat ini sesuai dengan zonasi tata ruang, mengindikasikan lemahnya implementasi kebijakan tata ruang. Kesimpulannya, alih fungsi lahan di Kecamatan Labuapi menimbulkan dampak ekologis signifikan dan menunjukkan perlunya intervensi kebijakan berbasis konservasi karbon. Rekomendasi mitigasi meliputi peninjauan zonasi RTRW, penerapan agroforestry, serta insentif berbasis jasa ekosistem. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kebijakan tata ruang berkelanjutan dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan model spasial prediktif dan analisis karbon organik tanah secara vertikal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRTRWen_US
dc.subjectAlih Fungsi Lahanen_US
dc.subjectStok Karbonen_US
dc.subjectEmisi CO2-eqen_US
dc.subjectPenginderaan Jauhen_US
dc.titleAnalisis Alih Fungsi Lahan menjadi Permukiman dan Dampaknya terhadap Stok Karbon di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Baraten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23927004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record