• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Alih Fungsi Lahan menjadi Permukiman dan Dampaknya terhadap Stok Karbon di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat

    Thumbnail
    View/Open
    23927004.pdf (5.905Mb)
    Date
    2025
    Author
    Al Hidayat, M. Gegas Imamuna
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Alih fungsi lahan menjadi permukiman merupakan fenomena yang kian meningkat di kawasan peri-urban, termasuk Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram. Urbanisasi yang pesat dan lemahnya pengendalian tata ruang menimbulkan tekanan besar terhadap kawasan vegetatif, sehingga berdampak pada penurunan stok karbon dan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca, yang menjadi isu strategis dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk: Memetakan alih fungsi lahan menjadi permukiman selama periode 2015-2023, menganalisis dampaknya terhadap stok karbon, mengevaluasi kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Lombok Barat 2011-2031, dan memberikan rekomendasi mitigasi berbasis data spasial dan karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 melalui metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) serta validasi lapangan. Estimasi stok karbon dihitung berdasarkan nilai cadangan karbon untuk masing-masing jenis lahan. Analisis spasial dilakukan untuk menilai perubahan tutupan lahan, perhitungan ∆C digunakan untuk menganalisis perubahan stok karbon tahunan, dan evaluasi kesesuaian dilakukan melalui overlay zonasi RTRW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan permukiman mengalami peningkatan signifikan dari 358,94 Ha (2015) menjadi 1.462,39 Ha (2023), sementara lahan vegetatif seperti kebun, tegalan, dan pertanian menyusut drastis. Estimasi stok karbon total menurun sebesar 50,34%, dari 29.195,05 ton menjadi 14.494,44 ton. Analisis ∆C menunjukkan bahwa kehilangan stok karbon terbesar berasal dari lahan kebun (8.204,31 ton) dan tegalan (6.061,46 ton), estimasi total emisi CO2-eq sebesar 53.928,24 ton, dengan misi tertinggi 7.294,22 ton CO2-eq dari permukiman dan penurunan terbesar 21.806,03 ton CO2-eq dari kebun. Evaluasi kesesuaian dengan RTRW mengungkapkan bahwa hanya 17,41% dari lahan permukiman saat ini sesuai dengan zonasi tata ruang, mengindikasikan lemahnya implementasi kebijakan tata ruang. Kesimpulannya, alih fungsi lahan di Kecamatan Labuapi menimbulkan dampak ekologis signifikan dan menunjukkan perlunya intervensi kebijakan berbasis konservasi karbon. Rekomendasi mitigasi meliputi peninjauan zonasi RTRW, penerapan agroforestry, serta insentif berbasis jasa ekosistem. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kebijakan tata ruang berkelanjutan dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan model spasial prediktif dan analisis karbon organik tanah secara vertikal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58479
    Collections
    • Master of Environmental Engineering [11]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV