Tinjauan Segitiga Kekerasan Johan Galtung Terkait Fenomena Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya di Myanmar pada Masa Kepemimpinan Presiden Htin Kyaw (2016-2018)
Abstract
Pada masa pemerintahan Htin Kyaw terjadi eskalasi kekerasan terhadap Etnis
Rohingya, khususnya pada tahun 2017 meskipun ia merupakan presiden sipil pertama
di Myanmar pada saat itu. Pada penelitian ini penulis akan menjelaskan bagaimana
bentuk-bentuk kekerasan pada masa kepemimpinan Presiden Htin Kyaw (2016-2018) dengan menggunakan konsep segitiga kekerasan oleh Johan Galtung, Hasil dari
penelitian ini menunjukkan kekerasan terhadap Etnis Rohingya tidak hanya berbentuk
kekerasan langsung seperti pembunuhan massal tetapi kekerasan struktural juga ikut
dirasakan oleh Etnis Rohingya melalui Undang-Undang Kewarganegaraan 1982 yang
membuat mereka kehilangan status kewarganegaraan dan juga akses terhadap
pendidikan, kesehatan dan juga kebebasan bergerak. Selain itu, kekerasan kultural
terjadi dengan melalui narasi ideologi, keagamaan dan budaya. Etnis Rohingya
dianggap sebagai imigran gelap dan dapat mengancam identitas nasionalisme
Buddhis di Myanmar.
Collections
- International Relations [914]
