| dc.description.abstract | Produktivitas merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur efisiensi dan
efektivitas proses produksi pada industri manufaktur. PT Yamaha Indonesia sebagai
perusahaan manufaktur yang berfokus memproduksi alat musik menghadapi permasalahan
produktivitas khususnya pada kelompok kerja Soundboard Glue GP di bagian Assembly GP
yang belum mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur
efektivitas kerja operator dengan menggunakan metode Overall Labour Effectiveness
(OLE), yang mencakup tiga indikator utama yaitu Availability Ratio, Performance Ratio,
dan Quality Ratio. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap komponen dengan nilai yang
terendah menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar
permasalahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Overall Labour Effectiveness (OLE),
yang mengukur Availability Ratio, Performance Ratio, dan Quality Ratio, ditemukan bahwa
rata-rata OLE mencapai 68%, jauh di bawah standar internasional 85%. Analisis mendalam
dengan Root Cause Analysis (RCA), khususnya Fishbone Diagram dan 5 Whys,
mengidentifikasi bahwa rendahnya Performance Ratio (93%) disebabkan oleh skill operator
yang tidak merata, terdapat proses yang masih kurang efektif sehingga memerlukan wkatu
yang cukup lama, serta tidak adanya alat bantu untuk mengangkat soundboard dan jumlah
botol lem yang tidak mencukupi, sementara Quality Ratio yang rendah (78%) diakibatkan
oleh ketidaksesuaian dimensi pada proses pemasangan backbeam. Oleh karena itu,
penelitian ini memberikan rekomendasi berupa pelatihan secara berkala terhadap operator
baru dan operator lama, penggunaan air nailer pada proses pemasangan paku pada backpost,
penambahan tinggi pada meja coak cukur, membuat tempat untuk botol lem dan
menyediakan botol lem pada proses-proses yang membutuhkan lem, dan membuat stopper
pada saat pemasangan backbeam pada proses arimizo. | en_US |