• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Efektivitas Kinerja Operator Work Section Soundboard Glue GP Menggunakan Metode Overall Labour Effectiveness dan Pendekatan Root Cause Analysis (Studi Kasus : PT. Yamaha Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    21522108.pdf (2.990Mb)
    Date
    2025
    Author
    Herlambang, Gilang Surya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Produktivitas merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur efisiensi dan efektivitas proses produksi pada industri manufaktur. PT Yamaha Indonesia sebagai perusahaan manufaktur yang berfokus memproduksi alat musik menghadapi permasalahan produktivitas khususnya pada kelompok kerja Soundboard Glue GP di bagian Assembly GP yang belum mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kerja operator dengan menggunakan metode Overall Labour Effectiveness (OLE), yang mencakup tiga indikator utama yaitu Availability Ratio, Performance Ratio, dan Quality Ratio. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap komponen dengan nilai yang terendah menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Overall Labour Effectiveness (OLE), yang mengukur Availability Ratio, Performance Ratio, dan Quality Ratio, ditemukan bahwa rata-rata OLE mencapai 68%, jauh di bawah standar internasional 85%. Analisis mendalam dengan Root Cause Analysis (RCA), khususnya Fishbone Diagram dan 5 Whys, mengidentifikasi bahwa rendahnya Performance Ratio (93%) disebabkan oleh skill operator yang tidak merata, terdapat proses yang masih kurang efektif sehingga memerlukan wkatu yang cukup lama, serta tidak adanya alat bantu untuk mengangkat soundboard dan jumlah botol lem yang tidak mencukupi, sementara Quality Ratio yang rendah (78%) diakibatkan oleh ketidaksesuaian dimensi pada proses pemasangan backbeam. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa pelatihan secara berkala terhadap operator baru dan operator lama, penggunaan air nailer pada proses pemasangan paku pada backpost, penambahan tinggi pada meja coak cukur, membuat tempat untuk botol lem dan menyediakan botol lem pada proses-proses yang membutuhkan lem, dan membuat stopper pada saat pemasangan backbeam pada proses arimizo.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58344
    Collections
    • Industrial Engineering [2893]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV