• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Prosiding Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun
    • Volume 6, Nomor 1, November 2022
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Prosiding Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun
    • Volume 6, Nomor 1, November 2022
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MODIFIKASI TIME HISTORY PERMUKAAN UNTUK PERENCANAAN GEDUNG DI PROVINSI BENGKULU BERDASARKAN SNI 8899:2020

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING KNILT 2024_Modifikasi Time History Permukaan (1)-9-19.pdf (743.3Kb)
    Date
    2024-11-21
    Author
    Mahendra, Evan Fikri
    Saputra, Elvis
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia terletak pada zona dengan aktivitas seismik yang tinggi karena adanya pertemuan beberapa lempeng tektonik utama yang berinteraksi. Bengkulu merupakan wilayah yang memiliki aktivitas seismik tinggi yang berada tepat di antara 2 jalur gempa, yaitu sepanjang Sesar Sumatra di sekeliling Bukit Barisan, dan pusat gempa sepanjang Sesar Mentawai yang berada di lempeng Indo–Australia. Hal tersebut menyebabkan Bengkulu memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi. Solusi untuk mengantisipasi kerentanan tersebut yaitu dengan adanya pencatatan data rekaman gerak tanah riwayat waktu (Time History) yang nantinya dapat digunakan sebagai modal untuk analisis gedung tahan gempa maupun pembuatan peta deagregasi hazard. Proses modifikasi dari gerak tanah dilandaskan peraturan SNI 8899:2020 tentang Tata Cara Pemilihan dan Modifikasi Gerak Tanah Permukaan untuk Perencanaan Gedung Tahan Gempa. Deagregasi dilakukan dengan menentukan nilai Magnitude dominan, dan Jarak dominan yang sesuai dengan kondisi tanah dan Vs30 Provinsi Bengkulu. Pemilihan gerak tanah diambil dari website PEER untuk gempa Shallow Crustal, dan UCLA untuk gempa subduksi. Data tersebut kemudian dicocokan dengan respons spektrum target MCER dengan periode ulang 2500 tahun. Dari hasil pencocokan, nantinya dapat dibuat menjadi artificial ground motion yang dapat digunakan dalam permodelan analisis gedung. Dari ketiga jenis sumber gempa didapatkan hasil kecocokan terbaik berasal dari gempa kombinasi dengan average misfits sebesar 1,96175%. Untuk sumber gempa Shallow Crustal sebesar 2,7742%; gempa Benioff sebesar 2,5125%; dan gempa Megathrust sebesar 3,45124%. Hal tersebut membuktikan jika kombinasi antara ketiga sumber gempa memberikan gambaran yang paling komprehesif dan realistis tentang kondisi seismik di Provinsi Bengkulu.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/58342
    Collections
    • Volume 6, Nomor 1, November 2022 [2]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV