| dc.description.abstract | Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak signifikan pada industri ritel
makanan dan minuman, khususnya perusahaan seperti PT MAP Boga Adiperkasa
Tbk, yang mengoperasikan waralaba merek ternama seperti Starbucks dan Krispy
Kreme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan
perusahaan sebelum (2016–2019) dan selama/setelah pandemi (2020–2023),
diukur dengan rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas.
Menggunakan pendekatan kualitatif komparatif, penelitian ini menganalisis data
sekunder dari laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia
(BEI). Temuan menunjukkan perbedaan signifikan dalam kinerja keuangan pada
semua rasio: (1) Rasio likuiditas menurun selama pandemi, mencerminkan
tantangan dalam mengelola modal kerja; (2) Rasio solvabilitas menunjukkan
peningkatan ketergantungan pada pendanaan utang; (3) Rasio profitabilitas
mengalami penurunan tajam tetapi pulih secara bertahap; dan (4) Rasio aktivitas
menunjukkan ketidakefisienan operasional selama pandemi, dengan peningkatan
utilisasi aset pascapandemi. Hasil ini menggarisbawahi dampak pandemi terhadap
stabilitas keuangan perusahaan serta memberikan implikasi strategis untuk
manajemen keuangan dalam menghadapi krisis. | en_US |