Show simple item record

dc.contributor.authorRosyid, Ya’qub Kasuma
dc.date.accessioned2025-10-21T03:20:58Z
dc.date.available2025-10-21T03:20:58Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58312
dc.description.abstractRY Mart merupakan toko yang terletak di Kota Metro, Lampung dan sudah memiliki 2 cabang, yakni RY Mart 1 dan RY Mart 2. Semua hal berkaitan dengan data seperti jumlah barang, stok, jumlah penjualan dan catatan keuangan sampai saat ini masih menggunakan cara manual dengan pencatatan pada buku toko. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa masalah, salah satu yang paling terlihat adalah toko tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan karena stok barang pada gudang yang habis (Stockout) dengan rata-rata 11 barang stockout per bulan untuk kedua toko. Pengelola inventory toko kurang paham terkait teknologi dan hanya mengandalkan catatan dan intuisi untuk menentukan keputusan. khususnya terkait pembelian barang. Penelitian ini membuat Self-Service Business Intelligence dengan direpresentasikan oleh dashboard dari catatan penjualan yang ada supaya pengelola inventory toko lebih mudah dan akurat dalam menentukan keputusan terkait pengelolaan inventory dan pembelian barang tanpa bantuan ahli IT. Metode Nine Step Kimball digunakan untuk membuat Data Warehouse dan OLAP digunakan untuk pembuatan model multi dimensi, sehingga dashboard dan hasil analisis tidak hanya dilihat dari satu sisi saja. Dari hasil analisis Dashboard didapatkan 3 kategori barang yang sering stockout yakni Rokok, Minuman, dan Es Krim. RY Mart 1 terdapat stockout Es Krim, sedangkan RY Mart 2 tidak terjadi Stockout Es Krim. RY Mart 2 mengalami stockout Rokok dan Minuman yang lebih banyak dikarenakan letak toko yang berada di pinggir jalan raya utama, dimana banyak pembeli yang berasal dari dalam maupun luar kota yang membeli roko dan minuman. Sedangkan RY Mart 1 terjadi stockout es krim karena lingkungan toko terdapat Paud, TK dan komplek perumahan yang banyak pembeli anak-anak. Dari hasil tersebut dilakukan perencanaan pembelian barang sesuai dengan 3 kategori barang yang sering stockout, sehingga dapat meminimalisir terjadinya stockout kedepannya. Dengan adanya dashboard, pengelola dapat mengetahui informasi yang sebelumnya tidak diketahui jika hanya berdasar catatan saja. Kondisi demografi dan budaya di sekitar masing-masing toko mempengaruhi penjualan yang berakibat pada stockout.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSelf-Service Business Intelligenceen_US
dc.subjectDashboarden_US
dc.subjectStockouten_US
dc.subjectNine Step Kimballen_US
dc.subjectOLAPen_US
dc.titleSistem Self-service Business Intelligence sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan untuk meminimalisir Stockout Pada Minimarket Ry Marten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21916036


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record