Sistem Self-service Business Intelligence sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan untuk meminimalisir Stockout Pada Minimarket Ry Mart
Abstract
RY Mart merupakan toko yang terletak di Kota Metro, Lampung dan sudah memiliki 2 cabang,
yakni RY Mart 1 dan RY Mart 2. Semua hal berkaitan dengan data seperti jumlah barang, stok,
jumlah penjualan dan catatan keuangan sampai saat ini masih menggunakan cara manual
dengan pencatatan pada buku toko. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa masalah, salah
satu yang paling terlihat adalah toko tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan karena
stok barang pada gudang yang habis (Stockout) dengan rata-rata 11 barang stockout per bulan
untuk kedua toko. Pengelola inventory toko kurang paham terkait teknologi dan hanya
mengandalkan catatan dan intuisi untuk menentukan keputusan. khususnya terkait pembelian
barang.
Penelitian ini membuat Self-Service Business Intelligence dengan direpresentasikan
oleh dashboard dari catatan penjualan yang ada supaya pengelola inventory toko lebih mudah
dan akurat dalam menentukan keputusan terkait pengelolaan inventory dan pembelian barang
tanpa bantuan ahli IT. Metode Nine Step Kimball digunakan untuk membuat Data Warehouse
dan OLAP digunakan untuk pembuatan model multi dimensi, sehingga dashboard dan hasil
analisis tidak hanya dilihat dari satu sisi saja.
Dari hasil analisis Dashboard didapatkan 3 kategori barang yang sering stockout yakni
Rokok, Minuman, dan Es Krim. RY Mart 1 terdapat stockout Es Krim, sedangkan RY Mart 2
tidak terjadi Stockout Es Krim. RY Mart 2 mengalami stockout Rokok dan Minuman yang
lebih banyak dikarenakan letak toko yang berada di pinggir jalan raya utama, dimana banyak
pembeli yang berasal dari dalam maupun luar kota yang membeli roko dan minuman.
Sedangkan RY Mart 1 terjadi stockout es krim karena lingkungan toko terdapat Paud, TK dan
komplek perumahan yang banyak pembeli anak-anak. Dari hasil tersebut dilakukan
perencanaan pembelian barang sesuai dengan 3 kategori barang yang sering stockout, sehingga
dapat meminimalisir terjadinya stockout kedepannya.
Dengan adanya dashboard, pengelola dapat mengetahui informasi yang sebelumnya
tidak diketahui jika hanya berdasar catatan saja. Kondisi demografi dan budaya di sekitar
masing-masing toko mempengaruhi penjualan yang berakibat pada stockout.
