| dc.description.abstract | Latar Belakang: Temulawak merupakan tanaman obat yang kaya akan senyawa
aktif seperti curcumin, xanthorrhizol, dan essential oils. Namun, senyawa ini sulit
larut dalam air. Teknologi Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-
SNEDDS) membantu meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan efikasi temulawak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek imunostimulan sediaan S-
SNEDDS temulawak terhadap parameter jumlah neutrofil, limfosit, dan leukosit
pada tikus jantan galur Wistar.
Metode: Pembuatan S-SNEDDS menggunakan metode spray drying kemudian
dievaluasi menggunakan transmittan, PSA, dan potensi zeta. Penelitian ini dujikan
secara in vivo pada tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan.
Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari ke 0, 7, dan 14 kemudian dilakukan
pengukuran jumlah neutrofil, limfosit, dan leukosit. Data dianalisis menggunakan
uji ANOVA dua arah dengan menggunakan software GraphPad Prism.
Hasil: S-SNEDDS temulawak memiliki karakteristik ukuran nanopartikel yang
baik, homogen, dan stabil. Uji transmitansi menunjukkan nanoemulsi yang jernih
dengan nilai 96.174%. Uji ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan potensi zeta
masing-masing menunjukkan hasil 103.6 nm, 0.337, dan -35,07 mV. Terdapat
aktivitas imunostimulan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai leukosit
dengan nilai sebesar 22,65 x 103
/μL dan neutrofil dengan nilai sebesar 33,10 x
103
/μL. Uji Two-Way Anova menunjukkan hasil yang signifikan (p<0.05) untuk
nilai leukosit, hasil yang tidak signifikan (p>0.05) untuk nilai limfosit dan neutrofil.
Kesimpulan: S-SNEDDS temulawak terbukti memiliki aktivitas imunostimulan
yang meningkatkan jumlah leukosit dan neutrofil. | en_US |