| dc.description.abstract | Latar belakang: Limbah kulit jeruk yang melimpah sering tidak dimanfaatkan dan
dapat mencemari lingkungan. Minyak atsiri dari limbah kulit jeruk mengandung
limonene yang berpotensi sebagai repelan alami. Pengembangan sediaan krim
minyak atsiri dari kulit jeruk dapat menjadi alternatif pengusir nyamuk yang aman,
ramah lingkungan, dan mendukung pemanfaatan limbah organik secara bernilai.
Tujuan: Mengembangkan formulasi krim anti nyamuk berbahan minyak atsiri dari
limbah kulit jeruk, serta melakukan uji efektivitas sebagai repelan alami terhadap
nyamuk.
Metode: Metode penelitian ini dimulai dengan ekstraksi minyak atsiri dari limbah
kulit jeruk menggunakan metode destilasi air. Minyak atsiri yang diperoleh
kemudian dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-
MS) untuk mengidentifikasi senyawa aktifnya. Setelah itu, minyak atsiri
diformulasikan ke dalam sediaan krim berbasis emulsi minyak dalam air (M/A),
diikuti dengan uji fisik. Terakhir, pengujian efektivitas repelan terhadap nyamuk
Aedes aegypti dengan variasi konsentrasi minyak atsiri untuk menentukan
konsentrasi optimal sebagai sediaan anti nyamuk.
Hasil: Minyak atsiri yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 2,30% dengan
kandungan limonene dominan (97,12%). Seluruh formula krim menunjukkan
karakteristik fisik yang baik dan stabil. Uji efektivitas menunjukkan bahwa formula
FII (konsentrasi 10%) memberikan daya proteksi tertinggi dan stabil sebesar 100%
selama 3 jam pengujian, sementara FI dan FIII menunjukkan daya proteksi rata-rata
sebesar 86,96% dan 95,65%. Hasil ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan
signifikan antar formula (p > 0,05).
Kesimpulan: Krim anti nyamuk dari minyak atsiri kulit jeruk manis efektif sebagai
repelan alami, dengan konsentrasi 10% sebagai formula paling optimal. | en_US |