Show simple item record

dc.contributor.authorWidyanti, Ayusta Qadrina
dc.date.accessioned2025-10-13T03:00:14Z
dc.date.available2025-10-13T03:00:14Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58197
dc.description.abstractKawasan bandara dibagi menjadi dua wilayah, yaitu airside dan landside. Area airside memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi, mencapai 69%, dibandingkan dengan landside yang hanya 31%. Di dalam area airside, apron merupakan lokasi dengan potensi bahaya tertinggi, mencapai 52%, diikuti oleh runway dengan potensi bahaya sebesar 45%, dan taxiway yang memiliki potensi bahaya sebesar 3%. Area apron merupakan area operasional utama di bandar udara, di mana berbagai aktivitas pesawat dan kendaraan ground handling berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, serta memberikan rekomendasi dan pengendalian untuk mengurangi risiko berdasarkan hierarki pengendalian pada aktivitas ramp service di area apron Bandar Udara Internasional Yogyakarta dengan menggunakan metode HIRA dengan melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan JSA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 27 potensi bahaya tersebar dalam aktivitas aircraft block on process (3 bahaya), loading unloading process (13 bahaya), refueling process (7 bahaya), dan aircraft block off process (4 bahaya). Penilaian risiko terhadap 27 potensi bahaya tersebut menghasilkan distribusi: 25% risiko ekstrim (extreme risk), 33% risiko tinggi (high risk), 30% risiko sedang (moderate risk), dan 12% risiko rendah (low risk). Rekomendasi pengendalian risiko dengan berdasarkan hierarki pengendalian dapat berdasarkan tiga pendekatan. Pertama, dengan engineering control, memastikan pekerjaan sesuai SOP, pengecekan kondisi fisik dan kelengkapan peralatan, serta penyediaan APAR. Kedua dengan administrative control, untuk meningkatkan kesadaran pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui safety induction, pemasangan rambu K3, dan penegakan disiplin melalui surat peringatan. Serta melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan di area kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya, serta penggunaan penggunaan alat pelindung diri (APD) meliputi safety helmet, wearpack, earplug, masker, safety shoes, dan kacamata pelindung (safety eyes) untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)en_US
dc.subjectHIRAen_US
dc.subjectJSAen_US
dc.subjectPengendalian Risikoen_US
dc.titleAnalisa Bahaya Kerja pada Area Apron di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Dengan Hira (Hazard Identification and Risk Assessment) dan JSA (Job Safety Analysis)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21522158


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record