• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisa Bahaya Kerja pada Area Apron di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Dengan Hira (Hazard Identification and Risk Assessment) dan JSA (Job Safety Analysis)

    Thumbnail
    View/Open
    21522158.pdf (950.4Kb)
    Date
    2025
    Author
    Widyanti, Ayusta Qadrina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kawasan bandara dibagi menjadi dua wilayah, yaitu airside dan landside. Area airside memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi, mencapai 69%, dibandingkan dengan landside yang hanya 31%. Di dalam area airside, apron merupakan lokasi dengan potensi bahaya tertinggi, mencapai 52%, diikuti oleh runway dengan potensi bahaya sebesar 45%, dan taxiway yang memiliki potensi bahaya sebesar 3%. Area apron merupakan area operasional utama di bandar udara, di mana berbagai aktivitas pesawat dan kendaraan ground handling berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, serta memberikan rekomendasi dan pengendalian untuk mengurangi risiko berdasarkan hierarki pengendalian pada aktivitas ramp service di area apron Bandar Udara Internasional Yogyakarta dengan menggunakan metode HIRA dengan melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan JSA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 27 potensi bahaya tersebar dalam aktivitas aircraft block on process (3 bahaya), loading unloading process (13 bahaya), refueling process (7 bahaya), dan aircraft block off process (4 bahaya). Penilaian risiko terhadap 27 potensi bahaya tersebut menghasilkan distribusi: 25% risiko ekstrim (extreme risk), 33% risiko tinggi (high risk), 30% risiko sedang (moderate risk), dan 12% risiko rendah (low risk). Rekomendasi pengendalian risiko dengan berdasarkan hierarki pengendalian dapat berdasarkan tiga pendekatan. Pertama, dengan engineering control, memastikan pekerjaan sesuai SOP, pengecekan kondisi fisik dan kelengkapan peralatan, serta penyediaan APAR. Kedua dengan administrative control, untuk meningkatkan kesadaran pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui safety induction, pemasangan rambu K3, dan penegakan disiplin melalui surat peringatan. Serta melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan di area kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya, serta penggunaan penggunaan alat pelindung diri (APD) meliputi safety helmet, wearpack, earplug, masker, safety shoes, dan kacamata pelindung (safety eyes) untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58197
    Collections
    • Industrial Engineering [2880]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV