| dc.description.abstract | Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana yang banyak digunakan dalam
industri cat, plastik, karet, dan kosmetik. Kebutuhan aseton di Indonesia saat ini
masih dipenuhi melalui impor, sehingga pendirian pabrik aseton dalam negeri
menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Prarancangan
pabrik aseton ini menggunakan bahan baku isopropil alkohol dengan kapasitas
25.000 ton/tahun direncanakan akan dibangun di Cilegon, Banten, dengan luas total
40.000 m2
untuk memenuhi kebutuhan aseton di Indonesia. Proses utama yang
digunakan adalah dehidrogenasi isopropil alkohol menggunakan reaktor fixed bed
multitube dengan katalis zinc oxide pada tekanan ± 2 atm dan temperatur 350°C.
Bahan baku isopropil alkohol yang dibutuhkan sebesar 25.854,285 ton/tahun,
menghasilkan produk aseton sebesar 25.000 ton/tahun serta produk samping berupa
hidrogen. Pabrik beroperasi selama 330 hari per tahun dalam 24 jam per hari.
Kebutuhan utilitas mencakup air sebesar 25.641,19 kg/jam, steam sebesar 322,23
kg/jam, listrik sebesar 152,8720 kW, dan solar 30,70 kg/jam. Sumber limbah
berasal dari proses produksi, laboratorium, domestik, dan unit utilitas, dengan
karakteristik limbah berupa air, isopropil alkohol, bahan kimia, dan senyawa
organik. Berdasarkan analisa resiko, pabrik ini dikategorikan low risk. Sejalan
dengan hasil penilaian tersebut, pendekatan low risk juga diterapkan dalam analisis
kelayakan ekonomi pabrik. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan profit setelah
pajak sebesar Rp132,52 miliar/tahun dengan ROI setelah pajak 22,84%, POT 3,24
tahun, BEP 40,59%, SDP 20,31%, dan DCFRR 19,60%. Berdasarkan parameter
ekonomi dan teknis tersebut, pabrik aseton dari isopropil alkohol dinyatakan layak
untuk didirikan. | en_US |