Show simple item record

dc.contributor.authorEdgina, Fawwazika
dc.date.accessioned2025-10-10T07:05:38Z
dc.date.available2025-10-10T07:05:38Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58177
dc.description.abstractLatar Belakang: Prevalensi penyakit ginjal terus meningkat secara global dan dikaitkan erat dengan konsumsi diet tinggi lemak, stres oksidatif, serta paparan zat toksik seperti karbon tetraklorida (CCl4). Pola makan tinggi lemak dapat memicu akumulasi lipid dalam jaringan, yang berdampak pada gangguan hemodinamik dan stres oksidatif, serta meningkatkan risiko kerusakan struktur ginjal seperti perubahan histologi glomerulus. Simvastatin diketahui mampu menurunkan kadar LDL sekaligus memberikan efek protektif terhadap jaringan melalui mekanisme antiinflamasi. Efek ini dapat ditingkatkan dengan penambahan asam askorbat yang bersifat antioksidan. Untuk meningkatkan stabilitas dan penyerapan senyawa aktif, kombinasi simvastatin dan asam askorbat diformulasikan dalam bentuk nanopartikel kitosan. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan gambaran histopatologi glomerulus ginjal yang diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan dengan glomerulus ginjal tanpa diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experiment desain posttest only control group. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar jantan (Rattus novergicus) dibagi ke dalam enam kelompok. Kelompok normal (N) diberi pakan standar; kelompok KN1 mendapat induksi diet tinggi lemak (HFD) tanpa CCl4 dan tanpa intervensi; kelompok KN2 mendapat induksi HFD dan CCl4 tanpa intervensi; kelompok KI1 mendapat induksi HFD dan CCl4 serta intervensi kombinasi simvastatin dan asam askorbat; kelompok KI2 mendapat induksi HFD dan CCl4 serta intervensi kombinasi simvastatin, asam askorbat, dan kitosan; sedangkan kelompok KI3 menerima induksi HFD dan CCl4 serta intervensi simvastatin dan asam askorbat (dosis 0,018/200gBB/hari) terenkapsulasi nanopartikel kitosan. Data berupa analisis deskriptif dari gambaran histopatologi pada glomerulus ginjal. Hasil: Kelompok KI1 mengalami kerusakan glomerulus cukup berat dengan peningkatan selularitas 100%, sinekia 60–80%, dan pelebaran kapsula Bowman hingga 60%. Pada kelompok KI2, selularitas tetap tinggi (100%) dan sinekia meningkat (80%), namun tidak ditemukan pelebaran kapsula Bowman. Kelompok KI3 menunjukkan penurunan derajat kerusakan (selularitas dan sinekia masing- masing 60%) tanpa pelebaran kapsula Bowman. Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologi glomerulus ginjal kelompok tikus yang diintervensi kombinasi simvastatin dan asam askorbat dengan kelompok tikus yang diinduksi HFD dan CCl4 yang ditandai dengan penurunan beberapa persentase kerusakan glomerulus ginjal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiet Tinggi Lemaken_US
dc.subjectSimvastatinen_US
dc.subjectAsam Askorbaten_US
dc.subjectNanopartikel Kitosanen_US
dc.subjectGlomerulus Ginjalen_US
dc.titleGambaran Histopatologi Glomerulus Ginjal Pasca Pemberian Simvastatin dan Asam Askorbat dengan Nanoenkapsulasi Kitosan Penelitian Eksperimental pada Tikus Wistar yang Diinduksi CCL4 dan High Fat Dieten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711175


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record