• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gambaran Histopatologi Glomerulus Ginjal Pasca Pemberian Simvastatin dan Asam Askorbat dengan Nanoenkapsulasi Kitosan Penelitian Eksperimental pada Tikus Wistar yang Diinduksi CCL4 dan High Fat Diet

    Thumbnail
    View/Open
    21711175.pdf (13.56Mb)
    Date
    2025
    Author
    Edgina, Fawwazika
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Prevalensi penyakit ginjal terus meningkat secara global dan dikaitkan erat dengan konsumsi diet tinggi lemak, stres oksidatif, serta paparan zat toksik seperti karbon tetraklorida (CCl4). Pola makan tinggi lemak dapat memicu akumulasi lipid dalam jaringan, yang berdampak pada gangguan hemodinamik dan stres oksidatif, serta meningkatkan risiko kerusakan struktur ginjal seperti perubahan histologi glomerulus. Simvastatin diketahui mampu menurunkan kadar LDL sekaligus memberikan efek protektif terhadap jaringan melalui mekanisme antiinflamasi. Efek ini dapat ditingkatkan dengan penambahan asam askorbat yang bersifat antioksidan. Untuk meningkatkan stabilitas dan penyerapan senyawa aktif, kombinasi simvastatin dan asam askorbat diformulasikan dalam bentuk nanopartikel kitosan. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan gambaran histopatologi glomerulus ginjal yang diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan dengan glomerulus ginjal tanpa diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experiment desain posttest only control group. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar jantan (Rattus novergicus) dibagi ke dalam enam kelompok. Kelompok normal (N) diberi pakan standar; kelompok KN1 mendapat induksi diet tinggi lemak (HFD) tanpa CCl4 dan tanpa intervensi; kelompok KN2 mendapat induksi HFD dan CCl4 tanpa intervensi; kelompok KI1 mendapat induksi HFD dan CCl4 serta intervensi kombinasi simvastatin dan asam askorbat; kelompok KI2 mendapat induksi HFD dan CCl4 serta intervensi kombinasi simvastatin, asam askorbat, dan kitosan; sedangkan kelompok KI3 menerima induksi HFD dan CCl4 serta intervensi simvastatin dan asam askorbat (dosis 0,018/200gBB/hari) terenkapsulasi nanopartikel kitosan. Data berupa analisis deskriptif dari gambaran histopatologi pada glomerulus ginjal. Hasil: Kelompok KI1 mengalami kerusakan glomerulus cukup berat dengan peningkatan selularitas 100%, sinekia 60–80%, dan pelebaran kapsula Bowman hingga 60%. Pada kelompok KI2, selularitas tetap tinggi (100%) dan sinekia meningkat (80%), namun tidak ditemukan pelebaran kapsula Bowman. Kelompok KI3 menunjukkan penurunan derajat kerusakan (selularitas dan sinekia masing- masing 60%) tanpa pelebaran kapsula Bowman. Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologi glomerulus ginjal kelompok tikus yang diintervensi kombinasi simvastatin dan asam askorbat dengan kelompok tikus yang diinduksi HFD dan CCl4 yang ditandai dengan penurunan beberapa persentase kerusakan glomerulus ginjal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58177
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV