Gambaran Histopatologi Glomerulus Ginjal Pasca Pemberian Simvastatin dan Asam Askorbat dengan Nanoenkapsulasi Kitosan Penelitian Eksperimental pada Tikus Wistar yang Diinduksi CCL4 dan High Fat Diet
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi penyakit ginjal terus meningkat secara global dan
dikaitkan erat dengan konsumsi diet tinggi lemak, stres oksidatif, serta paparan zat
toksik seperti karbon tetraklorida (CCl4). Pola makan tinggi lemak dapat memicu
akumulasi lipid dalam jaringan, yang berdampak pada gangguan hemodinamik
dan stres oksidatif, serta meningkatkan risiko kerusakan struktur ginjal seperti
perubahan histologi glomerulus. Simvastatin diketahui mampu menurunkan kadar
LDL sekaligus memberikan efek protektif terhadap jaringan melalui mekanisme
antiinflamasi. Efek ini dapat ditingkatkan dengan penambahan asam askorbat
yang bersifat antioksidan. Untuk meningkatkan stabilitas dan penyerapan
senyawa aktif, kombinasi simvastatin dan asam askorbat diformulasikan dalam
bentuk nanopartikel kitosan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan gambaran histopatologi glomerulus
ginjal yang diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi
nanopartikel kitosan dengan glomerulus ginjal tanpa diberikan kombinasi
simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experiment
desain posttest only control group. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar jantan (Rattus
novergicus) dibagi ke dalam enam kelompok. Kelompok normal (N) diberi pakan
standar; kelompok KN1 mendapat induksi diet tinggi lemak (HFD) tanpa CCl4 dan
tanpa intervensi; kelompok KN2 mendapat induksi HFD dan CCl4 tanpa intervensi;
kelompok KI1 mendapat induksi HFD dan CCl4 serta intervensi kombinasi
simvastatin dan asam askorbat; kelompok KI2 mendapat induksi HFD dan CCl4
serta intervensi kombinasi simvastatin, asam askorbat, dan kitosan; sedangkan
kelompok KI3 menerima induksi HFD dan CCl4 serta intervensi simvastatin dan
asam askorbat (dosis 0,018/200gBB/hari) terenkapsulasi nanopartikel kitosan.
Data berupa analisis deskriptif dari gambaran histopatologi pada glomerulus ginjal.
Hasil: Kelompok KI1 mengalami kerusakan glomerulus cukup berat dengan
peningkatan selularitas 100%, sinekia 60–80%, dan pelebaran kapsula Bowman
hingga 60%. Pada kelompok KI2, selularitas tetap tinggi (100%) dan sinekia
meningkat (80%), namun tidak ditemukan pelebaran kapsula Bowman. Kelompok
KI3 menunjukkan penurunan derajat kerusakan (selularitas dan sinekia masing-
masing 60%) tanpa pelebaran kapsula Bowman.
Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologi glomerulus ginjal
kelompok tikus yang diintervensi kombinasi simvastatin dan asam askorbat
dengan kelompok tikus yang diinduksi HFD dan CCl4 yang ditandai dengan
penurunan beberapa persentase kerusakan glomerulus ginjal.
Collections
- Medical Education [2860]
