Show simple item record

dc.contributor.authorAdimas, Wahyu
dc.date.accessioned2025-10-10T06:53:18Z
dc.date.available2025-10-10T06:53:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58174
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tambah sektor pertanian terhadap penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan, dengan mempertimbangkan variabel lain seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data yang dipakai merupakan data panel dari 17 Kabupaten/Kota selama periode 2015–2021, yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, yang berarti peningkatan nilai tambah sektor pertanian dapat menurunkan tingkat kemiskinan. Sementara itu, IPM tidak mempunyai pengaruh signifikan pada total penduduk miskin, sementara TPT mempunyai pengaruh positif serta signifikan. Koefisien determinasi (R2) sebesar 99,78% menunjukkan bahwa variasi jumlah penduduk miskin sangat dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian sebagai strategi pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNilai Tambah Pertanianen_US
dc.subjectPDRBen_US
dc.subjectIPMen_US
dc.subjectPengangguranen_US
dc.subjectKemiskinanen_US
dc.subjectData Panelen_US
dc.subjectSumatera Selatanen_US
dc.titlePengaruh Nilai Tambah Pertanian terhadap Penurunan Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18313028


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record