| dc.description.abstract | Mesin terdiri dari komponen mekanis yang saling terhubung dan
menghasilkan getaran saat beroperasi, termasuk komponen penting seperti
bearing, yang berfungsi sebagai penopang poros untuk meminimalkan gesekan
selama proses rotasi. Kerusakan bearing yang tidak terdeteksi dapat menurunkan
efisiensi sistem bahkan kerusakan mesin secara menyeluruh karena frekuensi
getaran yang sangat tinggi sulit dideteksi oleh pancaindra manusia, maka
diperlukan metode pemantauan berbasis analisis getaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spektrum getaran pada
bearing radial dan aksial, serta mengidentifikasi jenis kerusakan melalui
pengukuran amplitudo berdasarkan standar frekuensi seperti BPFI, BPFO, BSF,
dan FTF. Pengujian dilakukan dengan merancang alat uji yang mampu
mengakomodasi dua jenis bearing dalam berbagai kondisi: normal, sedang, dan
rusak.
Kerusakan dibuat dengan cara menghilangkan pelumas dan menjalankan
mesin dalam waktu lama. Data getaran dikumpulkan menggunakan alat SKF
Quick Collect dan pengukuran alignment dilakukan dengan TKSA 51 untuk
memastikan akurasi sistem.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan amplitudo secara
signifikan pada masing-masing kondisi kerusakan, baik pada bearing radial
maupun aksial, seperti inner race, outer race, bola, dan cage. Dengan analisis
frekuensi seperti BPFI, BPFO, BSF, dan FTF, kerusakan dapat diidentifikasi
secara lebih akurat. Rancang bangun alat uji juga berhasil dikembangkan dan
diuji untuk memperoleh data yang representatif. | en_US |