Show simple item record

dc.contributor.authorSangaji, Reno Candra
dc.date.accessioned2025-10-09T04:54:26Z
dc.date.available2025-10-09T04:54:26Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58142
dc.description.abstractPenelitian ini membahas tentang bagaimana organisasi mampu bertahan dan mampu menciptakan inovasi organisasi untuk mempengaruhi kinerja organisasi. Pertumbuhan organisasi tentunya berkaitan dengan pengaruh internal dan eksternal yang dapat menjadi ancaman bagi ketahanan organisasi untuk terus berkembang secara efektif dan efisien secara berkelanjutan. Anggota organisasi terkadang mengabaikan hal-hal kecil yang dianggap berdampak kecil terhadap operasional organisasi, namun jika kebiasaan buruk tersebut menjadi kebiasaan dan cenderung tersembunyi dan tidak terlihat oleh anggota organisasi lainnya maka dapat menjadi bom bagi organisasi itu sendiri yang suatu saat akan meledak dan menjadi ancaman besar. Organisasi mempunyai beberapa karakteristik internal yang mempengaruhi seperti modal sosial dan pemberdayaan tim, dimana kedua komponen karakteristik internal ini menjadi salah satu penentu untuk menilai pentingnya ketahanan organisasi guna menciptakan inovasi organisasi yang kreatif dalam mempengaruhi kinerja organisasi menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa model sosial dan pemberdayaan cukup kuat mempengaruhi ketahanan organisasi. Ketahanan organisasi sebagai mediator dalam menciptakan inovasi organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi. Namun inovasi organisasi sebagai mediator ketahanan organisasi terhadap kinerjanya tidak menunjukkan sesuatu yang positif. Objek penelitian ini adalah revitalisasi Pasar Tradisional yang merupakan organisasi dalam sistem publik sehingga teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori pertukaran sosial. Beberapa teori tersebut memberikan pengetahuan tentang individu yang saling berinteraksi secara sosial yang mempengaruhi pemberdayaan tim dalam organisasi untuk mencapai ketahanan organisasi di sektor internal dan lebih peka dalam menghadapi ancaman organisasi dari pihak luar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan program SEM (Sequel Equation Modeling). Alat analisis yang digunakan adalah AMOS (Analisys Structure Of Moment) untuk menghitung analisis data yang berasal dari survei terhadap 197 responden dari beberapa pemangku kepentingan kebijakan dan individu yang didistribusikan langsung dalam revitalisasi beberapa pasar tradisional di Yogyakarta yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian ini adalah modal sosial tidak berpengaruh terhadap ketahanan organisasi namun memberikan pengaruh baik terhadap inovasi organisasi, sedangkan pemberdayaan tim mempunyai pengaruh baik terhadap ketahanan organisasi namun tidak berpengaruh terhadap inovasi organisasi. Ketahanan organisasi berdampak terhadap inovasi organisasi namun tidak berpengaruh atau tidak mendukung ketahanan organisasi dalam mempengaruhi kinerja organisasi melalui mediasi inovasi organisasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectModal Sosialen_US
dc.subjectPemberdayaan Timen_US
dc.subjectKetahanan Organisasien_US
dc.subjectInovasi Organisasi dan Kinerja Organisasien_US
dc.titleAnteseden dan Konsekuensi Ketahanan Organisasi pada Revitalisasi Pasar Tradisionalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22935005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record