Anteseden dan Konsekuensi Ketahanan Organisasi pada Revitalisasi Pasar Tradisional
Abstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana organisasi mampu bertahan dan
mampu menciptakan inovasi organisasi untuk mempengaruhi kinerja organisasi.
Pertumbuhan organisasi tentunya berkaitan dengan pengaruh internal dan eksternal
yang dapat menjadi ancaman bagi ketahanan organisasi untuk terus berkembang
secara efektif dan efisien secara berkelanjutan. Anggota organisasi terkadang
mengabaikan hal-hal kecil yang dianggap berdampak kecil terhadap operasional
organisasi, namun jika kebiasaan buruk tersebut menjadi kebiasaan dan cenderung
tersembunyi dan tidak terlihat oleh anggota organisasi lainnya maka dapat menjadi
bom bagi organisasi itu sendiri yang suatu saat akan meledak dan menjadi ancaman
besar. Organisasi mempunyai beberapa karakteristik internal yang mempengaruhi
seperti modal sosial dan pemberdayaan tim, dimana kedua komponen karakteristik
internal ini menjadi salah satu penentu untuk menilai pentingnya ketahanan
organisasi guna menciptakan inovasi organisasi yang kreatif dalam mempengaruhi
kinerja organisasi menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Penelitian ini
menemukan bahwa model sosial dan pemberdayaan cukup kuat mempengaruhi
ketahanan organisasi. Ketahanan organisasi sebagai mediator dalam menciptakan
inovasi organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi. Namun
inovasi organisasi sebagai mediator ketahanan organisasi terhadap kinerjanya tidak
menunjukkan sesuatu yang positif. Objek penelitian ini adalah revitalisasi Pasar
Tradisional yang merupakan organisasi dalam sistem publik sehingga teori yang
digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori pertukaran sosial. Beberapa
teori tersebut memberikan pengetahuan tentang individu yang saling berinteraksi
secara sosial yang mempengaruhi pemberdayaan tim dalam organisasi untuk
mencapai ketahanan organisasi di sektor internal dan lebih peka dalam menghadapi
ancaman organisasi dari pihak luar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan metode kuantitatif dengan program SEM (Sequel Equation
Modeling). Alat analisis yang digunakan adalah AMOS (Analisys Structure Of
Moment) untuk menghitung analisis data yang berasal dari survei terhadap 197
responden dari beberapa pemangku kepentingan kebijakan dan individu yang
didistribusikan langsung dalam revitalisasi beberapa pasar tradisional di
Yogyakarta yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian ini adalah modal
sosial tidak berpengaruh terhadap ketahanan organisasi namun memberikan
pengaruh baik terhadap inovasi organisasi, sedangkan pemberdayaan tim
mempunyai pengaruh baik terhadap ketahanan organisasi namun tidak berpengaruh
terhadap inovasi organisasi. Ketahanan organisasi berdampak terhadap inovasi
organisasi namun tidak berpengaruh atau tidak mendukung ketahanan organisasi
dalam mempengaruhi kinerja organisasi melalui mediasi inovasi organisasi.
Collections
- Doctor of Economics [94]
