| dc.description.abstract | Mikroplastik merupakan salah satu pencemar utama di lingkungan
pesisir yang dapat terakumulasi dalam ekosistem mangrove melalui proses
alami dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
kandungan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan jenis polimer dalam
sedimen mangrove di dua lokasi berbeda, yaitu Pantai Baros, DIY dan Pesisir
Pantai Utara di Kubro, Semarang. Metode yang digunakan meliputi
pengambilan sampel sedimen secara purposive, analisis morfologi
mikroplastik menggunakan mikroskop stereoskop, identifikasi senyawa
kimia dengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), serta analisis
permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik lebih banyak ditemukan di
lokasi Kubro dengan jumlah 1.149 partikel (22,98 partikel/gram),
dibandingkan Baros yang hanya 22 partikel (0,44 partikel/gram). Jenis
mikroplastik yang dominan adalah fragmen dan pellet, dengan warna hitam,
coklat, dan transparan sebagai warna terbanyak. Berdasarkan hasil FTIR,
jenis polimer yang teridentifikasi antara lain Polypropylene (PP), Polystyrene
(PS), Polyethylene (PE), Polyethylene Terephthalate (PET), Polyamide (PA),
dan Polycarbonate (PC). Selain itu, usia mangrove turut memengaruhi
kemampuan ekosistem dalam menangkap mikroplastik, di mana mangrove
yang lebih tua cenderung mengakumulasi lebih banyak mikroplastik. Studi
ini menegaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam
penyaringan mikroplastik di lingkungan pesisir. Temuan ini diharapkan dapat
menjadi dasar ilmiah dalam upaya pengelolaan limbah plastik serta
konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan. | en_US |