• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Formulasi dan Evaluasi Solid Self-nanoemulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Benalu Batu (Begonia Medicinalis) sebagai Antikanker

    Thumbnail
    View/Open
    23924023.pdf (7.225Mb)
    Date
    2025
    Author
    Julio, Ivan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengembangan agen antikanker dari tumbuhan obat menjadi alternatif yang menjanjikan. Salah satunya Begonia medicinalis (benalu batu), tanaman endemik Sulawesi Tengah, diketahui memiliki aktivitas antikanker, tetapi ekstraknya memiliki keterbatasan dalam kelarutan, bioavailabilitas, dan stabilitas untuk itu perlu ditingkatkan kelarutannya untuk keoptimalan khasiat farmakologinya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi Self- Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dan bentuk padatnya (Solid- SNEDDS) ekstrak B. medicinalis. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, lalu diformulasikan dalam SNEDDS menggunakan Labrasol, Tween 80, dan propilen glikol. Formula dipilih berdasarkan hasil uji transmitansi, ukuran partikel (<200 nm), indeks polidispersitas (≤0,5), zeta potensial (±30 mV) dan uji stabilitas meliputi termodinamika dan ketahanan pengenceran. SNEDDS terbaik kemudian dikonversi menjadi S-SNEDDS menggunakan manitol melalui metode spray drying. Karakterisasi lanjutan dilakukan melalui analisis FTIR, SEM, XRD, uji stabilitas dipercepat, serta evaluasi sifat alir serbuk. Formulasi S-SNEDDS dengan manitol sebagai carrier menghasilkan sifat aliran serbuk yang menunjukkan nilai sudut diam 40,19°, indeks kompresibilitas 27,78%, dan rasio Hausner 1,38, yang mengindikasikan sifat aliran serbuk tergolong baik dan mendukung proses manufaktur sediaan padat. Karakterisasi melalui XRD dan SEM menunjukkan penurunan sifat kristalin, menandakan perubahan struktur menjadi lebih amorf. Sementara itu, analisis FTIR mengonfirmasi tidak adanya interaksi kimia antara ekstrak B. medicinalis dengan komponen pembawa dan stabil dalam penyimpanan. Uji sitotoksik terhadap sel kanker serviks HeLa secara in vitro dengan metode MTT menunjukkan bahwa SNEDDS memiliki aktivitas sangat kuat (IC50 = 3,95 μg/mL), sedangkan S-SNEDDS tetap menunjukkan aktivitas sedang (IC50 = 46,1 μg/mL). Teknologi penghantaran seperti SNEDDS dan solid-SNEDDS berpotensi mengoptimalkan formulasi bahan alam untuk terapi kanker.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58129
    Collections
    • Master of Pharmacy [32]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV