| dc.description.abstract | Kualitas udara merupakan permasalahan krusial baik ditingkat nasional maupun
daerah karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini
menyajikan analisis komprehensif data kualitas udara, dengan fokus pada
parameter utama seperti AQI, PM2.5, PM10, CO, SO2, NO2, dan O3, di samping
faktor meteorologis termasuk suhu, curah hujan, dan kelembapan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara parameter meteorologis
terhadap Indeks Kualitas Udara (AQI) dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
di wilayah Yogyakarta dan Sleman selama periode 2022 hinga 2024. Data yang
digunakan merupakan data sekunder bulanan dari stasiun pemantauan kulitas udara
dan badan meteorologi setempat. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas
Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Pearson, serta regresi linear untuk
mengidentifikasi pengaruh signifikan antar variabel. Hasil uji korelasi
menunjukkan bahwa kelembapan dan curah hujan memiliki hubungan negatif
signifikan dengan PM10, PM2.5, dan AQI. Sementara suhu memiliki hubungan
positif terhadap SO2 dan O3. Model regresi yang dikembangkan menunjukkan
bahwa kombinasi faktor meteorologis dapat menjelaskan sebagian variasi dalam
data AQI dan ISPU, dengan koefisien determinasi (R2
) tertinggi sebesar 0,397 dan
nilai RMSE terendah sebesar 5,62. Analisis RMSE mengkonfirmasi bahwa model
dengan curah hujan sebagai prediktor PM10 memiliki tingkat akurasi tinggi. Hasil
ini mengindikasikan bahwa faktor meteorologis, khususnya kelembapan dan curah
hujan, memiliki peran penting dalam pengendalian kualitas udara di wilayah
penelitian. | en_US |