• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Hubungan Antara Parameter Meteorologis dengan Indeks Kualitas Udara dan Indeks Standar Pencemar Udara di Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21513132.pdf (2.346Mb)
    Date
    2025
    Author
    Melya, Winda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kualitas udara merupakan permasalahan krusial baik ditingkat nasional maupun daerah karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif data kualitas udara, dengan fokus pada parameter utama seperti AQI, PM2.5, PM10, CO, SO2, NO2, dan O3, di samping faktor meteorologis termasuk suhu, curah hujan, dan kelembapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara parameter meteorologis terhadap Indeks Kualitas Udara (AQI) dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Yogyakarta dan Sleman selama periode 2022 hinga 2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder bulanan dari stasiun pemantauan kulitas udara dan badan meteorologi setempat. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Pearson, serta regresi linear untuk mengidentifikasi pengaruh signifikan antar variabel. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kelembapan dan curah hujan memiliki hubungan negatif signifikan dengan PM10, PM2.5, dan AQI. Sementara suhu memiliki hubungan positif terhadap SO2 dan O3. Model regresi yang dikembangkan menunjukkan bahwa kombinasi faktor meteorologis dapat menjelaskan sebagian variasi dalam data AQI dan ISPU, dengan koefisien determinasi (R2 ) tertinggi sebesar 0,397 dan nilai RMSE terendah sebesar 5,62. Analisis RMSE mengkonfirmasi bahwa model dengan curah hujan sebagai prediktor PM10 memiliki tingkat akurasi tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor meteorologis, khususnya kelembapan dan curah hujan, memiliki peran penting dalam pengendalian kualitas udara di wilayah penelitian.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58128
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV