| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sektor pariwisata terhadap
pertumbuhan ekonomi pada masa sebelum dan sesudah covid-19 selama periode 2018-
2023. Penelitian ini menggunakan data panel yang diperoleh dari 34 provinsi di
Indonesia, yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian
Pariwisata, dan instansi terkait lainnya. Variabel yang diteliti meliputi variabel
dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi yang di ukur melalui
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan variabel indepeden dalam penelitian ini
yaitu jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, jumlah hotel, jumlah tenaga kerja
pariwisata, serta investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman
Modal Asing (PMA). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh variabel
independen terhadap pertumbuhan ekonomi tidak semuanya berpengaruh positif dan
signifikan. Beberapa variabel, seperti jumlah wisata dan investasi PMA, memberikan
pengaruh psoitif dan siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel
lain seperti jumlah hotel dan tenaga kerja pariwisata pada periode tertentu justru
menunjukan pengaruh yang tidak signifikan dan berpengaruh negatif terhadap
pertumbuhan ekonomi akibat dari dampak pandemi covid-19. Pandemi covid-19 pada
tahun 2020 menyebabkan penurunan tajam pada indikator pariwisata dan
pertumbuhan ekonomi, namun mulai tahun 2021 sektor ini menunjukan pemulihan.
Temuan ini mengidentifikasi pentingnya penguatan sinergi yang tepat dalam
pengembangan pariwisata, termasuk koloborasi antara pemerintah dan swasta,
peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta investasi pada infrastruktur dan
digitalisasi destinasi wisata agar sektor pariwisata dapat benar benar mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. | en_US |