Show simple item record

dc.contributor.authorNabilah, Gusti Syifa
dc.date.accessioned2025-10-06T04:19:23Z
dc.date.available2025-10-06T04:19:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58035
dc.description.abstractPenelitian ini membahas hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Moon Jae In, dengan menggunakan kerangka teori kemitraan strategis yang dikembangkan oleh Vidya Nadkarni. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pendekatan kemitraan strategis diterapkan dalam berbagai sektor kerja sama bilateral, termasuk ekonomi, pertahanan, budaya, dan pembangunan infrastruktur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh semakin pentingnya kawasan Asia Tenggara dalam kebijakan luar negeri Korea Selatan, yang secara konkret diwujudkan melalui inisiatif New Southern Policy (NSP). Indonesia dipilih sebagai mitra kunci dalam NSP karena posisi strategis, stabilitas politik, serta potensi pasar dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dalam teori Vidya Nadkarni, kemitraan strategis merupakan pilihan bagi negara non-hegemonik untuk meningkatkan pengaruh tanpa harus terikat dalam aliansi formal, melalui interaksi institusional, pertemuan tingkat tinggi, dan kerja sama multidimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan mengandalkan data dari studi literatur, dokumen resmi, dan analisis pertemuan bilateral.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHubungan Korea Selatan-Indonesiaen_US
dc.subjectMoon Jae-inen_US
dc.subjectKemitraan Strategisen_US
dc.subjectKebijakan Selatan Baruen_US
dc.subjectKerja Sama Bilateralen_US
dc.subjectTeori Vidya Nadkarnien_US
dc.subjectIK-CEPAen_US
dc.subjectAsia Tenggaraen_US
dc.titleHubungan Korea Selatan-indonesia di Era Moon Jae In dalam Perspektif Teori Kemitraan Strategisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323198


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record