Show simple item record

dc.contributor.authorFajarullah, Ali
dc.date.accessioned2025-10-06T02:49:35Z
dc.date.available2025-10-06T02:49:35Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58024
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menguji peran perilaku mencari bantuan sebagai moderator dalam hubungan antara literasi kesehatan mental di tempat kerja dan stres kerja. Studi kuantitatif ini melibatkan responden karyawan Gen Z yang bekerja di perusahaan startup yang telah bekerja minimal 1 tahun (N = 155; 57.42% perempuan), rerata usia 23 tahun (SD = 2.21). Instrumen yang digunakan meliputi Job Stress Scale, Mental Health Literacy Questionnaire–Short Version for Adults (MHLq-SVa), dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Data dianalisis menggunakan teknik Moderasi dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencari bantuan berperan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara literasi kesehatan mental dan stres kerja. Ketika individu memiliki inisiatif untuk mencari bantuan, maka peran literasi kesehatan mental yang dimiliki individu akan semakin kuat dalam menurunkan tingkat stres kerja. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku mencari bantuan dapat berfungsi sebagai faktor pelindung yang membantu mengurangi dampak negatif dari tingginya stres kerja. Implikasinya, organisasi perlu membuat program literasi kesehatan mental yang adaptif guna menjaga stres kerja yang dialami oleh karyawan generasi Z.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGenerasi Zen_US
dc.subjectLiterasi Kesehatan Mentalen_US
dc.subjectPerilaku Mencari Bantuanen_US
dc.subjectStart Upen_US
dc.subjectStres Kerjaen_US
dc.titlePeran Perilaku Mencari Bantuan sebagai Variabel Moderator pada Hubungan Literasi Kesehatan Mental di Tempat Kerja dan Stres Kerja pada Karyawan Start Up Gen Zen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21915021


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record