Peran Perilaku Mencari Bantuan sebagai Variabel Moderator pada Hubungan Literasi Kesehatan Mental di Tempat Kerja dan Stres Kerja pada Karyawan Start Up Gen Z
Abstract
Penelitian ini bertujuan menguji peran perilaku mencari bantuan sebagai moderator dalam
hubungan antara literasi kesehatan mental di tempat kerja dan stres kerja. Studi kuantitatif ini
melibatkan responden karyawan Gen Z yang bekerja di perusahaan startup yang telah bekerja
minimal 1 tahun (N = 155; 57.42% perempuan), rerata usia 23 tahun (SD = 2.21). Instrumen yang
digunakan meliputi Job Stress Scale, Mental Health Literacy Questionnaire–Short Version for Adults
(MHLq-SVa), dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Data dianalisis menggunakan teknik
Moderasi dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencari
bantuan berperan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara literasi kesehatan mental dan
stres kerja. Ketika individu memiliki inisiatif untuk mencari bantuan, maka peran literasi kesehatan
mental yang dimiliki individu akan semakin kuat dalam menurunkan tingkat stres kerja. Temuan ini
menegaskan bahwa perilaku mencari bantuan dapat berfungsi sebagai faktor pelindung yang
membantu mengurangi dampak negatif dari tingginya stres kerja. Implikasinya, organisasi perlu
membuat program literasi kesehatan mental yang adaptif guna menjaga stres kerja yang dialami oleh
karyawan generasi Z.
Collections
- Master of Psychology [494]
