Show simple item record

dc.contributor.authorArdiansyah, Daffa Hafidh Ardiansyah 21711146
dc.date.accessioned2025-10-06T01:58:15Z
dc.date.available2025-10-06T01:58:15Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58018
dc.description.abstractLatar Belakang : Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya chatbot seperti ChatGPT, memberikan alternatif baru bagi mahasiswa dalam mengakses informasi, termasuk dalam pendidikan kedokteran. Dalam sistem pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning atau PBL) yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), mahasiswa dituntut untuk aktif mencari referensi yang relevan guna mendalami materi diskusi tutorial. Namun, keterbatasan waktu, sumber daya, dan kompleksitas materi sering menjadi hambatan. Dalam situasi ini, teknologi AI berbasis chatbot mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses belajar mandiri mahasiswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa FK UII terhadap penggunaan AI berbasis chatbot dalam diskusi tutorial, khususnya dalam pencarian dan pemahaman sumber referensi pembelajaran. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan 12 narasumber dari angkatan 2021 dan 2022 yang dipilih berdasarkan variasi indeks prestasi (IPK), jenis kelamin, dan pengalaman penggunaan AI dalam tiga blok pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), dan dianalisis menggunakan metode tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama yaitu peran AI berbasis chatbot dalam mendukung pemahaman materi diskusi, mempermudah dan mengefisiensikan pencarian sumber informasi, kekhawatiran terhadap keandalan dan etika pemakaian, dan melakukan optimalisasi penggunaan AI berbasis chatbot. Kesimpulan : Penggunaan AI berbasis chatbot membantu mahasiswa dalam memahami materi dan mencari referensi secara cepat dan praktis, terutama di awal proses belajar. Namun, mahasiswa tetap menunjukkan sikap kritis terhadap keandalan jawaban dan menyadari pentingnya memvalidasi hasil jawaban AI dengan sumber ilmiah lain. AI dianggap bermanfaat jika digunakan secara bijak dan tidak dijadikan satu-satunya sumber belajar.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectArtificial Intelligenceen_US
dc.subjectArtificial Intelligenceen_US
dc.subjectChatboten_US
dc.subjectPembelajaran Kedokteranen_US
dc.subjectDiskusi Tutorialen_US
dc.subjectProblem-Based Learning (PBL)en_US
dc.subjectPersepsi Mahasiswaen_US
dc.subjectTechnology Acceptance Modelen_US
dc.titlePersepsi Mahasiswa FK UII terhadap Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Proses Diskusi Tutorial PBLen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711146


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record