Persepsi Mahasiswa FK UII terhadap Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Proses Diskusi Tutorial PBL
View/ Open
Date
2025Author
Ardiansyah, Daffa Hafidh Ardiansyah 21711146
Metadata
Show full item recordAbstract
Latar Belakang : Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence), khususnya chatbot seperti ChatGPT, memberikan alternatif baru bagi
mahasiswa dalam mengakses informasi, termasuk dalam pendidikan kedokteran.
Dalam sistem pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning atau
PBL) yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII),
mahasiswa dituntut untuk aktif mencari referensi yang relevan guna mendalami
materi diskusi tutorial. Namun, keterbatasan waktu, sumber daya, dan
kompleksitas materi sering menjadi hambatan. Dalam situasi ini, teknologi AI
berbasis chatbot mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses belajar
mandiri mahasiswa.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa FK
UII terhadap penggunaan AI berbasis chatbot dalam diskusi tutorial, khususnya
dalam pencarian dan pemahaman sumber referensi pembelajaran.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
fenomenologi, melibatkan 12 narasumber dari angkatan 2021 dan 2022 yang
dipilih berdasarkan variasi indeks prestasi (IPK), jenis kelamin, dan pengalaman
penggunaan AI dalam tiga blok pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam (in-depth interview), dan dianalisis menggunakan
metode tematik dengan model Miles dan Huberman.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama yaitu peran AI berbasis
chatbot dalam mendukung pemahaman materi diskusi, mempermudah dan
mengefisiensikan pencarian sumber informasi, kekhawatiran terhadap keandalan
dan etika pemakaian, dan melakukan optimalisasi penggunaan AI berbasis
chatbot.
Kesimpulan : Penggunaan AI berbasis chatbot membantu mahasiswa dalam
memahami materi dan mencari referensi secara cepat dan praktis, terutama di
awal proses belajar. Namun, mahasiswa tetap menunjukkan sikap kritis terhadap
keandalan jawaban dan menyadari pentingnya memvalidasi hasil jawaban AI
dengan sumber ilmiah lain. AI dianggap bermanfaat jika digunakan secara bijak
dan tidak dijadikan satu-satunya sumber belajar.
Collections
- Medical Education [2860]
