| dc.description.abstract | Latar Belakang: Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD), demam Zika, demam Chikungunya, dan demam kuning. Demam
Berdarah Dengue (DBD) merupakan kasus yang paling banyak di Indonesia.
Larvasida kimia dapat menekan perkembangan larva menjadi nyamuk tetapi
sering menimbulkan polusi, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun
peterseli (Petroselinum crispum) memiliki kandungan flavonoid, tanin, coumarin,
dan saponin. Beberapa kandungan ini diharapkan dapat membunuh dan
menghambat perkembangan larva.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun peterseli terhadap
perkembangan larva instar III Aedes aegypti.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
desain penelitian post-test only control group design. Sampel dibagi lima kelompok
perlakuan dan satu kelompok negatif dengan masing-masing kelompok terdapat
25 ekor larva. Perlakuan diberikan selama 24 jam dengan menggunakan variasi
konsentrasi dengan pengulangan sebanyak empat kali. Larva yang hidup setelah
24 jam perlakuan akan dipindahkan pada wadah tampung dan dimasukkan ke
dalam sarang entomologi untuk diamati perkembangannya hingga menjadi
nyamuk dewasa.
Hasil: Persentase kematian larva pada konsentrasi 0,06%, 0,4%, 0,8%, 1,2%, dan
1,6% berturut-turut adalah 9%, 31%, 44%, 52%, dan 88%. Analisis probit
menunjukkan hasil LC50 0,95% dan LC90 1,81%. Persentase larva yang dapat
berkembang menjadi nyamuk setelah 24 jam perlakuan pada konsentrasi 0,06%,
0,4%, 0,8%, 1,2%, dan 1,6% berturut-turut adalah 96,69%, 94,27%, 87,38%,
93,91%, dan 56,25%.
Simpulan: Ekstrak etanol daun | en_US |