• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Ekstrak Etanol Daun Peterseli (Petroselinum Crispum) terhadap Perkembangan Larva Instar III Aedes Aegypti

    Thumbnail
    View/Open
    21711020.pdf (1.860Mb)
    Date
    2025
    Author
    Firmanza, Rizky Yoga
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), demam Zika, demam Chikungunya, dan demam kuning. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan kasus yang paling banyak di Indonesia. Larvasida kimia dapat menekan perkembangan larva menjadi nyamuk tetapi sering menimbulkan polusi, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun peterseli (Petroselinum crispum) memiliki kandungan flavonoid, tanin, coumarin, dan saponin. Beberapa kandungan ini diharapkan dapat membunuh dan menghambat perkembangan larva. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun peterseli terhadap perkembangan larva instar III Aedes aegypti. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian post-test only control group design. Sampel dibagi lima kelompok perlakuan dan satu kelompok negatif dengan masing-masing kelompok terdapat 25 ekor larva. Perlakuan diberikan selama 24 jam dengan menggunakan variasi konsentrasi dengan pengulangan sebanyak empat kali. Larva yang hidup setelah 24 jam perlakuan akan dipindahkan pada wadah tampung dan dimasukkan ke dalam sarang entomologi untuk diamati perkembangannya hingga menjadi nyamuk dewasa. Hasil: Persentase kematian larva pada konsentrasi 0,06%, 0,4%, 0,8%, 1,2%, dan 1,6% berturut-turut adalah 9%, 31%, 44%, 52%, dan 88%. Analisis probit menunjukkan hasil LC50 0,95% dan LC90 1,81%. Persentase larva yang dapat berkembang menjadi nyamuk setelah 24 jam perlakuan pada konsentrasi 0,06%, 0,4%, 0,8%, 1,2%, dan 1,6% berturut-turut adalah 96,69%, 94,27%, 87,38%, 93,91%, dan 56,25%. Simpulan: Ekstrak etanol daun
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58017
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV