Show simple item record

dc.contributor.authorSeptiarani, Wenthy
dc.date.accessioned2025-10-06T01:43:56Z
dc.date.available2025-10-06T01:43:56Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58015
dc.description.abstractImplementasi IA-CEPA telah efektif mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan ekspor dan impor. Namun, dampaknya belum sepenuhnya seimbang dengan impor dari Australia meningkat lebih signifikan dibandingkan ekspor Indonesia, sehingga memperlebar defisit neraca perdagangan. Kondisi ini berpotensi merugikan kepentingan nasional dan mengancam industri domestik serta menyimpang dari tujuan perjanjian untuk menciptakan manfaat timbal balik. Penelitian ini merupakan penelitian normative. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perjanjian ini memperluas aktivitas perdagangan, ketimpangan neraca perdagangan yang semakin melebar mengancam stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Dominasi impor Australia berisiko mematikan industri lokal yang belum kompetitif, sementara ketidakseimbangan manfaat dapat mengikis prinsip mutual benefit perjanjian. Indonesia perlu menginisiasi adanya amandemen sektor perdagangan barang untuk melindungi industri dalam negeri dan menyeimbangkan neraca perdagangan sehingga manfaat perjanjian tetap adil dan berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIA-CEPAen_US
dc.subjectDefisit Perdaganganen_US
dc.subjectAmandemenen_US
dc.titleDampak Implementasi IA-CEPA bagi Indonesia dalam Sektor Perdagangan Internasionalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410131


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record