Pengaruh Independensi, Motivasi Kerja, dan Integritas terhadap Kinerja Auditor dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi pada BPK Perwakilan Provinsi Papua
Abstract
Berbagai masalah penyimpangan, kecurangan, penyalahgunaan wewenang serta
permasalahan hukum sebagai akibat dari adanya praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme (KKN) masih sering terjadi di Indonesia saat ini. Untuk itu berbagai
upaya dilakukan pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dengan mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Peningkatan peran
pengawasan internal yang memadai di lingkungan pemerintahan merupakan wujud
dari pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Oleh karena itu, kinerja auditor
merupakan salah satu peran pengawasan internal yang penting untuk mewujudkan
pemerintah yang baik (good governance) karena auditor membantu dalam
memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan
perusahaan serta memberikan jaminan atas keandalan suatu laporan keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh independensi, motivasi kerja
dan integritas auditor terhadap kinerja auditor dengan budaya organisasi sebagai
variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode
survey yang akan dilaksanakan pada BPK Perwakilan Provinsi Papua. Jenis data
pada penelitian ini adalah data primer. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150
responden. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian
ini menggunakan software SPSS untuk menganalisis data dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa independensi auditor berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja auditor, motivasi kerja tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja auditor, integritas auditor tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja auditor, budaya organisasi memperkuat pengaruh independensi,
motivasi kerja, dan integritas terhadap kinerja auditor.
Collections
- Master of Accountancy [313]
