Show simple item record

dc.contributor.authorFarhan, Muhammad
dc.date.accessioned2025-10-02T04:06:37Z
dc.date.available2025-10-02T04:06:37Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57981
dc.description.abstractPerancangan Waterfront Shopping Center di kawasan Marina City, Batam, menggunakan pendekatan Adaptive Reuse didasarkan pada permasalahan bangunan terbengkalai yang cukup banyak di Kota Batam, salah satunya berada di Kawasan Marina City. Kawasan ini berlokasi di Tanjung Riau, Kota Batam. pernah dikenal sebagai pusat perjudian dan dijuluki sebagai 'Las Vegas-nya Indonesia'. Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Pada tahun 2006, Presiden RI ke-6 menetapkan undang-undang yang melarang segala bentuk perjudian, yang menyebabkan seluruh tempat judi di Indonesia, termasuk di Marina City, harus ditutup dan terbengkalai. Bangunan terbengkalai yang dibiarkan dapat menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadirannya sering kali menurunkan nilai properti di sekitarnya karena memberikan citra lingkungan yang tidak terawat dan rawan. disamping itu, kota Batam merupakan salah satu kota dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup tinggi. kegiatan dan pengeluaran tertinggi wisatawan mancanegara berdasarkan data dari BPS Kota Batam yaitu berbelanja. hal ini berkatian dengan Ketentuan FTZ (Free Trade Zone) yang secara tidak langsung memberikan kuntungan bebas pajak bagi para wisatawan saat berbelanja. maka dari itu, perancangan bangunan terbengkalai menjadi shopping outlet selaras dengan membangun aktivitas sekaligus memanfaatkan potensi kota Batam.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleAlihfungsi Bangunan Terbengkalai Marina City Batam menjadi Waterfront Shopping Outlet : Pendekatan Adaptive Reuseen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512206


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record