Alihfungsi Bangunan Terbengkalai Marina City Batam menjadi Waterfront Shopping Outlet : Pendekatan Adaptive Reuse
Abstract
Perancangan Waterfront Shopping Center di kawasan Marina City, Batam, menggunakan pendekatan Adaptive Reuse didasarkan
pada permasalahan bangunan terbengkalai yang cukup banyak di Kota Batam, salah satunya berada di Kawasan Marina City.
Kawasan ini berlokasi di Tanjung Riau, Kota Batam. pernah dikenal sebagai pusat perjudian dan dijuluki sebagai 'Las Vegas-nya
Indonesia'. Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Pada tahun 2006, Presiden RI ke-6 menetapkan undang-undang yang
melarang segala bentuk perjudian, yang menyebabkan seluruh tempat judi di Indonesia, termasuk di Marina City, harus ditutup dan
terbengkalai. Bangunan terbengkalai yang dibiarkan dapat menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadirannya sering kali
menurunkan nilai properti di sekitarnya karena memberikan citra lingkungan yang tidak terawat dan rawan. disamping itu, kota
Batam merupakan salah satu kota dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup tinggi. kegiatan dan pengeluaran tertinggi
wisatawan mancanegara berdasarkan data dari BPS Kota Batam yaitu berbelanja. hal ini berkatian dengan Ketentuan FTZ (Free Trade
Zone) yang secara tidak langsung memberikan kuntungan bebas pajak bagi para wisatawan saat berbelanja. maka dari itu,
perancangan bangunan terbengkalai menjadi shopping outlet selaras dengan membangun aktivitas sekaligus memanfaatkan potensi
kota Batam.
Collections
- Architecture [3988]
