Show simple item record

dc.contributor.authorPhangastika, Najvania
dc.date.accessioned2025-10-01T02:43:24Z
dc.date.available2025-10-01T02:43:24Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57941
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit jantung, khususnya Sindrom Koroner Akut (SKA) tipe ST- Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia dengan Yogyakarta menjadi provinsi dengan tingkat prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia mencapai 1,67%. Tatalaksana STEMI memerlukan terapi reperfusi secepatnya dengan juga memberikan terapi pendukung berupa antikoagulan dan antiplatelet untuk mengurangi kejadian infark berulang. Tujuan: Untuk mengevaluasi kesesuaian pemberian antikoagulan dan antiplatelet pada penanganan pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping serta mengetahui profil terapi tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross- sectional menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2022-2024. Analisis Data: Data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien meliputi data demografi pasien, klinis, dan penggunaan obat. Selanjutnya, pengolahan data akan dilakukan secara deskriptif menggunakan microsoft excel. Hasil: Sebanyak 399 pasien dimasukkan dalam penelitian ini dengan sebagian besar pasien adalah laki-laki (84,71%), berusia >50 tahun (80,20%), berpendidikan menengah (74,69%), masih perokok aktif (54,39%), hanya 46,87% pasien yang datang <6 jam sejak gejala muncul. Antikoagulan yang paling banyak diberikan adalah unfractionated heparin (47,37%), sedangkan antiplatelet yang paling banyak diberikan adalah kombinasi aspirin 4 tablet dan clopidogrel 4 tablet. Kesesuaian antikoagulan dan antiplatelet berdasarkan dosis dan regimen secara berurutan adalah 30,83% dan 81,20%. Kesimpulan: Pemberian antitrombotik pada pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping secara umum telah sesuai dengan pedoman terapi. Implementasi kombinasi dual antiplatelet therapy (DAPT) menunjukkan penerapan tata laksana farmakologis yang cukup baik. Masih diperlukan evaluasi dan optimalisasi untuk meningkatkan kesesuaian terapi antikoagulan untuk mendukung keberhasilan penanganan STEMIen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntikoagulanen_US
dc.subjectAntiplateleten_US
dc.subjectKesesuaianen_US
dc.subjectRevaskularisasien_US
dc.subjectSTEMIen_US
dc.titleEvaluasi Kesesuaian Pemberian Antikoagulan dan Antiplatelet pada Pasien Stemi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gampingen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613195


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record